Home » Berita Utama » Bangun Ring Road Tiga Pulau
Bangun Ring Road Tiga Pulau
Bupati Banggai Laut Wenny Bukamo bersama Direktur Luwuk Post, Herdiyanto Jusuf dan GM Garuda Cabang Luwuk I Made Supertama dan sejumlah wartawan di café koffee jie, Sabtu (16/7) malam. Karakter dan pembawaan Wenny Bukamo masih seperti sebelum menjabat bupati, ramah dan mudah berkomunikasi.

Bangun Ring Road Tiga Pulau

LUWUK–Apa obsesi Bupati Banggai Laut Wenny Bukamo pasca memerintah di Banggai Laut? Mengurangi kesenjangan! Ya, mengurangi kesenjangan antara pulau Banggai sebagai ibukota dan sejumlah pulau besar di wilayah Kabupaten Banggai Laut.
Salah satu upaya yang sementara dilakukan untuk mengurangi kesenjangan dan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat adalah membangun dan meningkatkan kualitas infrastruktur jalan. “Yang paling saya ingin lakukan adalah mengurangi kesenjangan. Jangan sampai ada daerah yang jauh tertinggal dari ibukota,” kata saat berbicang santai dengan Direktur Luwuk Post, Herdiyanto Jusuf, GM Garuda Cabang Luwuk, I Made Supertama, serta sejumlah wartawan Luwuk Post, di kafe coffee jie sabtu malam (16/7).
Wenny optimis membangun dan meningkatkan kualitas infrastruktur jalan ring road di tiga pulau itu dapat dituntaskan dalam satu dua tahun kedepan.”  Untuk membangun jalan lingkar di tiga pulau di Balut itu tidak butuh lima tahun. Insya Allah mulai dikerja tahun ini dan selesai tahun depan,” paparnya.
Wenny menyatakan, melalui anggaran pendapatan dan belanja negara perubahan (APBN-P) tahun 2016  pihaknya mendapatkan kucuran anggaran sekira Rp 30 miliar lebih untuk menuntaskan pembangunan jalan lingkar di wilayah tersebut. “Itu untuk pembangunan jalan lingkar di Pulau Labobo, Bokan Kepulauan, dan Bangkurung. Untuk mengurangi kesenjangan, kami akan bangun jalan lingkar beraspal di tiga pulau ini. Anggaran itu cukup,” jelas Wenny, Sabtu (16/7).
Setelah selesai pembangunan jalan lingkar, infrastruktur dasar yang dibutuhkan masyarakat juga akan mendapatkan prioritas, seperti listrik.
Lantas bagaimana dengan Pulau Banggai sebagai ibukota? Wenny yang baru saja mendorong salah satu ekspedisi memanfaatkan pelabuhan banggai sehingga dalam satu bulan terakhir harga bahan bahan bangunan relatif lebih murah dibanding harga di Luwuk itu, mengatakan, Ia akan memoles ibukota sehingga kota banggai kelihatan lebih indah. “ Kami akan bangun tanggul di pesisir banggai, tanggul bulan sabit, ini sementara dalam perencanaan dan saya memastikan tiga tahun bisa dituntaskan,” katanya. Mantan perwira TNI Angkatan Udara itu mengatakan tanggul bulan sabit itu akan membentang dari Kelurahan Dodung tepatnya di komplek Bebang hingga Desa Tinakin Laut. “Rumah-rumah di situ (komplek Bebang, Red) seperti kampung, tapi kampung besar. Dengan tanggul tentu akan lebih indah serta masyarakat setempat aman dari ombak,” paparnya.
Wenny menargetkan, deretan rencana tersebut akan tuntas sebelum masa jabatannya selesai tahun 2020 nantinya. Meski pihaknya belum mengkalkulasikan total biaya untuk pembangunan tanggul bulan sabit. “Tidak lima tahun sudah selesai. Paling lambat tiga tahun tuntas pembangunan tanggul bulan sabit,” katanya.
Bagaimana dengan anggaran? Wenny terlihat tidak terlalu peduli apakah akan menggunakan anggaran APBD, APBD Provinsi atau APBN.“Kalau tidak bisa gunakan APBD, kita akan berusaha dibangun dengan APBD Provinsi maupun APBN,” tuturnya.
Mengenai pembangunan bandar udara di Desa Kendek, Kecamatan Banggai Utara, Wenny menyampaikan, kini sudah tahap pembebasan lahan. Diperkirakan baru akan selesai tiga tahun lagi. Selain infrastruktur, yang akan menjadi tugas besarnya nanti adalah pembangunan di bidang pendidikan dan kesehatan.“Dua itu yang prioritas. Dan akan selalu menjadi prioritas kepala daerah,” tambahnya. (ali/ris)

About uman