Home » Metro Luwuk » Ayah Bejat Gauli Anak Kandungnya
Ayah Bejat Gauli Anak Kandungnya
Sahrudin mendekam dalam sel Polsek Toili, di Desa Rusa Kencana, Toili, Minggu (17/7).

Ayah Bejat Gauli Anak Kandungnya

LUWUK-Polsek Toili menangkap Sahrudin (61) ayah kandung Mawar (nama lain), Sahrudin ditangkap,  Sabtu (16/7)  akibat telah menggauli anak kandungnya sendiri.  Perbuatan bejat itu dilakukan tersangka sejak korban duduk dibangku kelas 5 SD hingga korban berumur 14 tahun. Ironisnya Mawar anak kandung dari Sahrudin tersebut yang terakhir digauli pada bulan Juni 2016 itu pun mengandung anak dari ayah kandungnya sendiri.
Menurut keterangan Mawar lewat rekaman yang dimiliki oleh salah satu penyidik polsek tersebut menyatakan, awal mula Mawar diminta oleh Ayah kandungnya untuk membuka celananya dan ingin melihat alat kelamin si Mawar. “Coba buka celanamu nak, bapak mau liat (alat kelamin), satu kali ini saja,”jelas Mawar dalam rekaman tersebut.
Awalnya Mawar tak ingin menuruti keinginan ayahnya yang dinilai tidak masuk akal oleh Mawar. Tapi karena ayahnya selalu memaksa untuk melihat, dengan terpaksa korban tersebut memperlihatkan alat kelaminnya itu.
Setelah berjalannya waktu, saat berpulangnya Mawar dan keluarga kecilnya kembali ke kampung halamannya disalah satu pulau, ayahnya kembali meminta Mawar untuk membuka celananya itu saat berada berdua didalam rumah, ketika sanak keluarga lainnya tak berada dirumahnya.
“Ayo nak, buka lagi celanamu, bapak mau liat lagi,”jelas Mawar lagi.
Karena merasa kesal, Mawar sempat melontarkan kalimat kepada ayahnya. “Pa tidak boleh begitu, tobat pa, itu tidak bagus,”kata Mawar sambil menasehati ayahnya itu.
Walaupun demikian, ayah Mawar tetap memaksa Mawar membuka celana, dan kondisi pria 61 tahun itu tanpa mengenakan celananya juga. “Dia paksa saya untuk buka celana, dan akhirnya bapak saya sendiri yang melorotkan celanaku, tapi tidak sempat digauli hanya bersentuhan saja, kelamin dan kelamin,”ujarnya lagi.
Nah, setelah kembali ke desa Toili, lanjut Mawar, ayahnya selalu meminta Mawar untuk tidak mengenakan celananya.
Mawar menjelaskan kepada pihak kepolisian, semenjak berada di desa Toili tersebut, ayahnya sudah sekira 10 kali menggaulinya dan terakhir kalinya dilakukan pada bulan Juni.
“Semenjak berada di Toili saya sudah di gauli sebanyak 10 kali dan sekarang saya hamil dua bulan,”pungkasnya sambil menangis.
Menurut hasil pemeriksaan penyidik kepolisian sektor Toili, Sahrudin diduga telah melakukan tindak pidana kejahatan terhadap kesopanan/kesusilaan berupa pencabulan, yang terjadi pada bulan Juni 2016 bertempat di Desa Toili kecamatan Moilong, sebagaimana dimaksud dalam ketentuan pasal 81 ayat (2) dan pasal 82 ayat (1) Undang-undang RI No.35 tahun 2014 tenyang perubahan atas undang-undang RI No.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. (tr-39)

About uman