Home » Banggai Kepulauan » 15 SKPD Masuk Zona Merah
15 SKPD Masuk Zona Merah
Wakil Bupati Bangkep, Zakaria Kamindang, saat memimpin rapat koordinasi bersama pimpinan SKPD di lingkup Pemda Bangkep, Jumat (15/7).

15 SKPD Masuk Zona Merah

SALAKAN – Di tengah kendurnya kondisi perekonomian, penyerapan belanja pemerintah menjadi sabuk penolong. Hanya saja, di Kabupaten Bangkep, pemerintah daerah (pemda) seperti belum bekerja maksimal menyerap anggaran.
Merujuk data yang dipaparkan pada rapat koordinasi yang digelar pemda Jumat (15/7), persentase serapan anggaran  baru 36, 64 persen. Padahal, idealnya ketika akhir triwulan II belanja pemerintah sudah harus 50 persen.
Informasi yang dihimpun Luwuk Post, menyebutkan terdapat 15 SKPD yang masih berada di zona merah karena angka penyerapan anggaran masih bertengger di bawah 25 persen.
Wakil Bupati Bangkep Zakaria Kamindang, mengaku, resah dengan minimnya penyerapan anggaran tersebut. Ia persoalan itu segera ditangani masing-masing SKPD dengan dana.
Dari parlemen, persoalan itu juga mendapat perhatian dari anggota Fraksi Golkar, Arkam Supu. “Hampir setiap tahunnya masalah ini terjadi (minimnya penyerapan anggaran). Pemda Bangkep, sepertinya tidak belajar dari pengalaman di tahun-tahun sebelumnya, sehingga masalah yang sama terus terjadi,” tegas Arkam Supu.
Arkam berpendapat minimnya serapan anggaran akan berdampak negatif ke masyarakat. Salah satunya, terlambatnya penyediaan fasilitas publik kemudian berefek pula pada sistem perumusan postur anggaran pendapatan dan belanja daerah perubahan (APBD-P) Bangkep tahun 2016. Arkam berharap adanya upaya nyata dan serius dari eksekutif untuk menggenjot penyerapan anggaran.
Belum diketahui secara pasti penyebab target penyerapan anggaran sulit dicapai. Namun, sejumlah pihak menduga, minimnya realisasi anggaran berkaitan erat dengan sistem pelaksanaan proyek pembangunan yang melewati satu pintu di Unit Pelayanan Pengadaan (ULP).
Seperti diketahui, pemda telah menggeluarkan kebijakan bahwa semua proyek pembangunan, baik yang akan dilakukan dengan mekanisme lelang tender dan penunjukan langsung, dikerjakan oleh lembaga ad hoc tesebut. (wan)

About uman