Home » Metro Luwuk » Upayakan Pembangunan Bandara dan Dermaga di Jalan yang Rusak
Upayakan Pembangunan Bandara dan Dermaga di Jalan yang Rusak
Kabupaten Banggai Laut menyimpan potensi wisata. Namun, pengembangannya terkendala sarana transportasi. Nampak salah satu pantai yang terdapat di Kecamatan Banggai Utara.

Upayakan Pembangunan Bandara dan Dermaga di Jalan yang Rusak

Jalan berlubang, sempit, sekaligus rawan kecelakaan akan dijumpai dengan mudah di Kabupaten Banggai Laut. Daerah yang berbatasan langsung dengan Provinsi Maluku Utara.

Laporan : Alisan/Luwuk Post

Mengendarai kendaraan roda dua, malam itu Mansur (24), bergegas menuju Pelabuhan ASDP Luwuk. Merayakan lebaran tahun ini Mansur memilih bersama keluarga di Banggai Laut. Maklum, setahun terakhir ini dia bertugas sebagai pendamping lokal desa di Kabupaten Banggai, yang terpisah lautan.
Setahun terakhir ini juga, sepeda motornya itu sudah lalu lalang di aspal mulus. Mulai saat bertugas menjadi pendamping lokal desa di Kecamatan Toili, hingga kini di Kecamatan Kintom.
Saat tiba di Kabupaten Banggai Laut, sepeda motornya harus kerja keras. Bagaimana tidak, jalan menuju tempat tinggalnya di Desa Paisumosoni Kecamatan Banggai Utara, belum diperbaiki sekira 10 tahun terakhir. Pastinya, banyak lubang yang tak bisa dihindari. “Janji tinggal janji,” tutur Mansur menyindir pemerintahan baru yang kini dipimpin Wenny Bukamo-Tuty Hamid, Rabu (6/7).
Mansur barangkali hanya sebagian kecil dari warga Kabupaten Banggai Laut yang merasakan sulitnya sarana transportasi. “Hanya dicat kemudian diukur, tapi tidak pernah diperbaiki,” celetuk warga lain yang juga bermukim di perkampungan itu.
Akibat jalannya yang tidak berkualitas, tak jarang warga di enam desa yang setiap harinya melintas, mengalami kecelakaan. Namun, belum ada langkah perbaikan sejak Kabupaten Banggai Laut masih bergabung dengan Kabupaten Banggai Kepulauan pasca kisruh pemindahan ibu kota kabupaten.
Pekerjaan pemkab setempat bukan hanya jalan di Kecamatan Banggai Utara. Di Kecamatan Banggai Selatan juga sama rusaknya. Ruas jalan di wilayah itu juga belum diperbaiki sejak 10 tahun terakhir. Padahal, pembangunan infrastruktut seperti dermaga dan lokasi pariwisata kabarnya lagi gencar-gencarnya di dua kecamatan itu.
Di Kecamatan Banggai Utara misalnya, Anggota DPRD Banggai Laut Weddy Patiwael, kepada koran ini menjelaskan, nantinya akan ada proyek penambahan dermaga sepanjang 100 meter menjorok ke laut di ibukota kecamatan.
Anggarannya masih diusulkan di Kementerian Perhubungan. Jika dermaga itu tuntas, kapal motor dari Kabupaten Banggai dan Provinsi Maluku Utara akan dialihkan ke Kecamatan Banggai Utara dari Kota Banggai. “Untuk bandara juga di Kecamatan Banggai Utara,” kata politikus PBB itu.
Hanya saja, rencana penamabahan dermaga dan pembangunan bandara, belum diikuti dengan perencanaan peningkatan jalan. Otomatis, kendati infrastruktur lain berdiri kokoh, akan sulit berkembang jika jalannya masih seperti sekarang.
Seperti diketahui, aset di tingkat kabupaten milik provinsi, hanya bisa dibiayai APBD provinsi. Begitu pun dengan jalan di Kecamatan Banggai Utara dan Selatan.  Hingga saat ini, upaya pemkab Banggai Laut untuk melakukan lobi-lobi ke pemprov Sulawesi Tengah belum terlihat.
Sehingga pengembangan potensi wisata akan terancam sulit terealisasi karena minimnya transportasi. Bayangkan saja, dari Kabupaten Banggai, harus menghabiskan 9 jam perjalanan untuk menginjakan kaki di daerah maritim itu. (*)

About uman