Home » Berita Utama » Imran Pastikan Tak Ada Lagi Pungutan
Imran Pastikan Tak Ada Lagi Pungutan
Imran Suni

Imran Pastikan Tak Ada Lagi Pungutan

LUWUK—Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Banggai, Imran Suni, memastikan tidak akan ada lagi pungutan yang dilakukan staf BPKAD kepada orang yang berurusan dengan instansi yang dipimpinnya.  Kebijakan tersebut terkait erat dengan teguran yang disampaikan Bupati Banggai, Ir. Herwin Yatim saat Ia dipanggil ke rumah jabatan bupati belum lama ini.
Imran memastikan tidak akan ada lagi pungutan liar itu setelah mengumpulkan semua staf dan pegawai BPKAD dalam apel pagi Rabu (29/6).“Iya saya sudah ingatkan pada apel pagi dan meminta kepada semua staf dan pegawai BPKAD agar jangan pernah menerima imbalan apapun dari orang orang yang berhubungan dengan pengurusan anggaran baik dari kontraktor maupun dari staf SKPD lainnya,” tegasnya kepada Luwuk Post, Rabu (29/6). Imran berharap para kontraktor maupun SKPD yang berurusan dengan BPKAD melengkapi persyaratan persyaratan yang dibutuhkan terkait dengan pencairan anggaran. Ini penting untuk menghindari kebiasaan memberikan uang untuk memercepat pencairan anggaran. Selama ini, kata dia, staf dan pegawai BPKAD harus membereskan persyaratan pencairan anggaran karena berkas berkas yang disodorkan kontraktor maupun staf SKPD tidak lengkap.  Ia menduga untuk mendapatkan  layanan yang cepat, kontraktor maupun staf SKPD yang berurusan dengan pencairan anggaran memberikan uang. “Dalam waktu dekat saya akan mengeluarkan surat penegasan kepada staf agar jangan mau menerima imbalan seperti itu. Hal seperti ini membuat kita sama seperti “dijengkal” (diukur dengan uang),” tuturnya.
Imran mengatakan, dibanding lima tahun silam, saat ini proses pencairan anggaran cenderung lebih cepat.
Sebab, semua SP2D diputus oleh Kepala Bidang Perbendaharaan tanpa harus melalui Sekretaris Daerah atau Kepala BPKAD. “Kalau persyaratan pencairan lengkap dan terpenuhi, satu dua hari juga sudah bisa cair. Tapi kalau ekspektasi kontraktor seperti mencairkan uang pada mesin ATM tentu tak dapat kami penuhi. Karena bagaimanapun pada BPKAD masih melekat fungsi verifikasi. Berkas lengkap baru bisa cair dan itu tentunya butuh waktu, tak sama seperti masuk mesin ATM uang langsung bisa dicairkan,” tandasnya.
Keluhan tentang permintaan uang pada saat pencairan anggaran di instansi itu memang menjadi keluhan kontraktor. Itulah mungkin yang membuat Bupati Banggai, Ir. Herwin Yatim merasa perlu memanggil Kepala BPKAD Kabupaten Banggai, Imran Suni untuk mengingatkan sekaligus memberikan teguran keras.“So dari dulu memang kontraktor yang berurusan dengan BPKAD dimintai uang,” kata salah seorang sumber koran ini. (ris)

About uman