Home » Metro Luwuk » RSUD Jadi Rujukan Regional Timur Sulteng
RSUD Jadi Rujukan Regional Timur Sulteng
RSUD Luwuk dijadikan sebagai rujukan regional timur di Provinsi Sulteng. Targetnya penghujung tahun ini naik status menjadi tipe B.

RSUD Jadi Rujukan Regional Timur Sulteng

LUWUK– Diam-diam Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Luwuk mengantongi predikat sebagai rujukan regional timur Sulteng. Dasar dari legitimasi yang diberikan Kementerian Kesehatan sejak tahun 2015 lalu itulah, sehingga RSUD Luwuk ditargetkan pada penghujung tahun 2016 naik dari tipe C menjadi tipe B.
Direktur RSUD Luwuk, Yusran Kasim menjelaskan, pasien rawat inap di RSUD Luwuk tak hanya dari Kabupaten Banggai, melainkan berasal juga dari Banggai Kepulauan, Banggai Laut, Morowali, Morowali Utara hingga Kabupaten Tojo Unauna. “Ada sekitar 35 peren pasien setiap harinya yang berasal dari luar Kabupaten Banggai,” kata Yusran yang mengaku sudah tujuh tahun menjabat sebagai Direktur RSUD Luwuk.
Dijelaskan Yusran, di Sulteng ada beberapa kabupaten yang rumah sakitnya  mengantongi predikat rujukkan regional. Itu didasakan pada letak wilayah geografis. Keempat RSUD itu yakni Tolitoli, Morowali, Parigi dan di Kabupaten Banggai.
Berkaitan dengan rujukkan regional timur di Sulteng, RSUD Luwuk kata Yusran terus melakukan pembenahan untuk mengarah pada RSUD tipe B. Banyak hal yang menjadi indikator ketika RSUD Luwuk layak naik status tipe tersebut.
“Selain kebersihan, managaemen, peralatan medis juga standar pelayanan harus jelas,” kata Yusran. Soal standar pelayanan dicontohkan Yusran. Berdasarkan ketentuan, pasien yang masuk ke dalam instalasi gawat darutat (IGD), langsung mendapat respon petugas medis. Sebab dalam standar pelayanan maksimal pasien itu terbaring di ruangan IGD selama lima menit.
Yusran menargetkan, penghujung tahun 2016 ini, pihaknya sudah meraih RSUD Luwuk tipe B. “Nantinya akan sama dengan rumah sakit Anutapura dan Undata di Palu. Bicara soal persyaratan, Yusran menyebut sudah terpenui. Mulai dari jumlah tempat tidur, hingga kuantitas tenaga medis.
“Jumlah medis sebanyak 370 orang sudah termasuk Phl. Sedang tempat tidur sebanyak 237 buah. Angka ini terpaut jauh dengan syarat tipe B yang hanya 200 buah kursi. Untuk melengkapi indikator penunjang itu, Yusran mengaku akan menambah sub spesialis, yakni tenaga jantung serta tenaga konsultan penyakit dalam. (yan)

About uman