Home » Ekonomi » ASDP Luwuk Tabrak Aturan
ASDP Luwuk Tabrak Aturan
Sesuai atruran, dilarang pengankutan barang curah di kapal fery. Nampak, kapal fery yang bersandar di dermaga Luwuk.

ASDP Luwuk Tabrak Aturan

LUWUK– Sistem pelayaran di Kabupaten Banggai, utamanya pada ASDP Cabang Luwuk, sangat diragukan. Pasalnya, mengacu pada peraturan pemerintah, tidak dibenarkan barang curah diangkut di atas kapal fery.
Hal itu mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) RI nomor 20 tahun 2010 sebagaimana dirubah dengan PP Nomor 22 tahun 2011 tentang angkutan di perairan yang dikuatkan melalui Undang-Undang Nomor 7 tahun 2008 tentang pelayaran angkutan penyeberangan.
“Kalau berdasarkan aturan tidak diperbolehkan. Tapi nyatanya, ASDP Luwuk mengangkut barang curah. Dengan demikian, ASDP Luwuk sudah tabrak aturan,” tegas anggota Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Luwuk Banggai, Andi Fajarudin, Rabu (29/6).
Kata dia, langkah yang dilakukan pihak ASDP Luwuk sangat merugikan para kaum buruh yang terdapat di pelabuhan rakyat. Bagaimana tidak, barang curah bisa diangkut menggunakan truk, dan langsung masuk ke dalam kapal fery. “Jadi, tidak perlu lagi mamakai buruh. Nah, ini yang bahaya,” tandasnya.
Andi menduga, hal ini sengaja dimainkan pihak ASDP Luwuk. Agar bisa meraup keuntungan dari hasil pengangkutan barang curah.
Sebelumnya, kepada wartawan koran ini, Manager ASDP Cabang Luwuk, Wagino, membenarkan ada aturan yang melarang tentang pengangkutan barang curah di kapal fery. Namun, kata dia, kebijakan tersebut diambil, karena kekurangan armada pelayaran.
“Iya benar, barang curah dilarang. Hanya masalahnya, kami melihat adanya kekurangan kapal untuk mengangkut hasil bumi, jadi kapal fery ikut mengangkut barang tersebut,” kata Wagino sembari mengelurkan aturan yang melarang pengangkutan barang curah di kapal fery.(awi)

About uman