Home » Uncategorized » Mata Air Mangkio, Sumber Air Yang Mulai Tak Terawat
Mata Air Mangkio, Sumber Air Yang Mulai Tak Terawat
Waduk Mata Air Mangkio sering digunakan warga setempat untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti mandi dan mencuci pakaian, Kamis (16/6).

Mata Air Mangkio, Sumber Air Yang Mulai Tak Terawat

Sejak puluhan tahun lalu, Mata Air Mangkio dimanfaatkan masyarakat setempat untuk melakukan aktivitas keseharian. Tak jarang mata air ini menjadi alternatif saat musim kemarau, di saat masyarakat kekurangan air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar.

Laporan : Andi Ardin A.N / Luwuk Post

Tepatnya di Jalan Gunung Julutumpu, Kelurahan Mangkio Baru. Di bawah kaki gunung terdapat sumber mata air yang mengalir membentuk waduk. Air inilah yang sering dimanfaatkan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Air ini diberi nama “mata air mangkio,” atau warga setempat sering menyebutnya dengan sebutan singkat, yakni “Mata Air”.
Nama ‘Mata Air’ ini dinamai oleh warga setempat karena kejernian dan kesegaran airnya. Nama Mata Air ini sangat familiar di telinga warga, khususnya warga di sekitaran Kelurahan Mangkio Baru. Jika berkunjung, akan tampak aktivitas rutin warga setempat. Biasanya, pada pagi dan sore hari, puluhan warga akan memenuhi waduk tersebut untuk mandi, mencuci pakaian, atau bahkan hanya sekedar menikmati sejuknya udara di sekitaran waduk.
Meski sumber air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) saat ini telah memasuki rumah-rumah warga di Kelurahan Mangkio Baru, waduk mata air ini tetap menjadi primadona warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Hal ini menunjukkan bahwa keberadaan waduk mata air ini sama sekali tak tergantikan.
Tak jarang, warga di luar Kelurahan Mangkio Baru memanfaatkan keberadaan waduk mata air tersebut sebagai alternatif kebutuhan air bersih saat musim kemarau tiba.
“Syukur sekali ada mata air ini. Jika dibandingkan dengan warga-warga di kelurahan lain, kita patut berterima kasih kepada tuhan karena menyediakan sumber kehidupan di tempat kita ini,” ungkap salah seorang warga setempat, Arifin Rahman, Kamis (16/6).
Pada awal tahun 2015 lalu, waduk mata air ini sempat mendapatkan sentuhan pemerintah kelurahan setempat. Saat itu, dilakukan penataan dinding waduk agar terlihat lebih bersih dan rapi. Begitu pula dengan alternatif jalan yang dibuat menyerupai tangga gedung yang tersusun rapi. Namun sayangnya, setelah penataan saat itu, kini tak nampak lagi pemeliharaan ataupun pengawasan pemerintah kelurahan setempat terhadap waduk mata air ini.
Meski demikian, tak jarang warga setempat melakukan pembersihan di sekitar waduk mata air tersebut. Hal itu dilakukan sebagai bentuk kesadaran warga akan pentingnya keberadaan mata air yang memberikan berkah tersendiri kepada mereka yang memanfaatkannya.(*)

About uman