Home » Ekonomi » Regulasi Larangan Penjualan Keluar Daerah Harus Jelas
Regulasi Larangan Penjualan Keluar Daerah Harus Jelas
Aturan mengenai larangan penjulan beras keluar daerah diminta untuk disosialisasikan ke petani.

Regulasi Larangan Penjualan Keluar Daerah Harus Jelas

LUWUK – Kebijakan larangan penjualan beras keluar daerah mulai menuai sorotan. Penyebabnya, nasib para petani sepertinya tidak menjadi pertimbangan demi langkah menjaga stabilisasi pangan di Kabupaten Banggai.
Menurut Dekan Fakultas Pertanian Universitas Tompotika (Untika) Luwuk, Hertasning Yatim, seharusnya larangan tersebut tidak merugikan petani lantara beras menumpuk di penggilingan. “Harus ada win-win solution agar tidak ada yang dirugikan,” tegas Hertasning, Selasa (14/6).
Hertasning menilai, kendati harga pembelian pemerintah oleh Bulog rendah, tetapi harus cepat. Itu dilakukan karena petani membutuhkan ongkos tanam dan menggarap kembali tanah pasca panen. “Jangan harganya sudah rendah, lambat lagi pembelian sementara kebutuhan petani sudah mendesak,” jelasnya.
Solusinya, kata dia, Bulog harus menjelaskan kepada petani soal dasar hukum pelarangan penjualan beras keluar daerah. Jika tidak, petani tetap tidak akan menyetujui kebijakan itu. “Bulog harus sosialisasikan aturanya ke petani,” jelasnya.
Kendati demikian, Hertasning tetap mengapresiasi langkah Bulog untuk melarang penjualan beras keluar daerah. Jika itu tidak diberlakukan bisa-bisa harga beras di pasaran kembali bergejolak karena tingkat konsumsi lebih tinggi ketimbang produksi. “Itu juga penting demi stabilnya pangan di daerah ini,” katanya. (ali)

About uman