Home » Metro Luwuk » Luwuk menuju Kota Adipura, Antara Harapan dan Kenyataan
Luwuk menuju Kota Adipura, Antara  Harapan dan Kenyataan
KOTOR: Teluk Lalong tetap saja terlihat kotor. Dengan adanya sampah plastik yang selalu setia mengapung di permukaan laut, akibat tangan-tangan jahil pengunjung.

Luwuk menuju Kota Adipura, Antara Harapan dan Kenyataan

Kabupaten Banggai saat ini punya pemimpin baru. Ya, Herwin Yatim dan Mustar Labolo. Barusan dilantik pada 8 Juni 2016 lalu. Banyak program yang akan dilaksanakan. Dan salah satunya adalah, Luwuk menuju kota Adipura pada 2017 mendatang.

Laporan, Asnawi Zikri/Luwuk Post

Keindahan Kebupaten Banggai, tak perlu diragukan lagi. Wisata pantai, gunung serta permandian air terjun, selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung. Baik pengunjung lokal, regional, bahkan nasional. Di Kota Luwuk khususnya, banyak objek wisata yang letaknya tak jauh dari jantung kota. Utamanya wisata kuliner khas Luwuk. Sayangnya, Pemerintah daerah (Pemda) terkesan cuek.
Nah, belum lama ini, Kabupaten Banggai punya pemimpin baru. Slogannya, pemimpin baru, harapan baru dan semangat baru. Dan sepertinya punya gebrakan baru. Begitulah Herwin Yatim dan Mustar Labolo (Winstar), Bupati dan Wakil Bupati masyarakat Kabupaten Banggai. Winstar hadir dengan berbagai harapan kepada masyarakat. Terbukti, pada Senin (13/6), di ruang aula kantor bupati, Winstar mengumpul seluruh pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Lingkup Pemda Banggai, dalam rangka membahas tentang program 100 hari kerja Winstar.
Berangkat dari visi dan misi Winstar, yakni, mewujudkan Kabupaten Banggai sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, pertanian dan kemaritiman melalui basis kearifan lokal dan budaya. Winstar memaparkan berbagai program unggulan harus tuntas dan terselenggara dengan target 3 bulan saja. Seperti, menciptakan pemerintahan yang baik (good governance dan clean govermen), serta akuntabel menuju pemerintahan yang bersih dan berwibawa. Dan pengembangan nilai-nilai kearifan lokal dan pengembangan budaya dan agama.
Herwin Yatim dengan raut wajah yang penuh dengan harapan dan keyakinan terus menerangkan kepada pimpinan SKPD. Kata dia, target tersebut akan terlaksana tentunya dilakukan dengan taktik dan strategi. Seperti, rekonsiliasi bersama elemen masyarakat dengan berdialog, sosialisasi visi dan misi, serta silaturahmi. Kemudian reformasi birokrasi, dengan penyelesaian road map reformasi birokrasi, persiapan penataan kelembagaan, penegakan disiplin PNS dan pencanangan zona integritas dan penetapan SKPD.
Pelayanan publik, yakni, reformasi pelayanan RSUD Luwuk, reformasi pelayanan pendidikan, penataan perizinan di BPMPT dan peningkatan pelayanan kependudukan dan pencatatan sipil.  “Untuk infrastruktur dan penataan kota, peningkatan pelayanan air bersih dan pencanangan Luwuk kota Adipura,” kata Herwin di hadapan pimpinan SKPD.
Nah, dari berbagai macam program yang dicanangkan Winstar, yang paling menarik adalah, target pemerintahan Winstar terkait dengan Luwuk menjadi kota Adipura pada 2017 mendatang. Sebab, Adipura adalah penghargaan bagi kota di Indonesia yang berhasil dalam kebersihan serta pengelolaan lingkungan perkotaan.
Target tersebut sangat diapresiasi, bahkan masyarakat meyakini akan menyabet penghargaan tersebut. Namun, Pemda Banggai harus kerja ekstra. Sebab, berbicara kebersihan dan pengelolaan lingkungan perkotaan di Luwuk, dianggap masih sangat kurang. Misalnya kebersihan, secara dominan, masyarakat minim kesadaran akan budaya bersih. Kita lihat saja di teluk Lalong, yang merupakan salah satu ikon masyarakat Kabupaten Banggai. Setiap pagi, laut yang tenang di teluk lalong dihiasi dengan kotoran plastik yang mengambang. Kotoran tersebut hasil dari para pengunjung teluk lalong yang membuang sampah sembarangan di laut.
Ini adalah sebuah realita yang nampak di permukaan. Banyak aktivis lingkungan harus berkorban menjaga teluk lalong dari tangan-tangan jahil pengunjung. Namun, tetap saja sampah dengan setia mengapung di permukaan laut. Sehingganya, butuh parhatian Pemda untuk mengatasi persoalan tersebut.
“Kami yakin, teluk Lalong adalah salah satu objek yang akan dinilai dalam perebutan kota Adipura nantinya. Sebab, selain teluk Lalong merupakan ikon Kabupaten Banggai, teluk Lalong juga berada di jantung kota Luwuk,” kata aktivis lingkungan, Abd Rahmad.
Kata dia, banyak kendala yang akan dihadapi kedepan. Selain sampah di teluk Lalong, drainase yang ada di kota Luwuk tidak berjalan dengan baik. Sehingga, ketika datangnya musim penghujan, air akan keluar dan menutupi badan jalan. Tak hanya air, sampah juga ikut keluar. Alhasil, suasana kota Luwuk terlihat jorok.
Tidak bisa dibayangkan, jika tim penilai akan datang pada musim penghujan. Pastinya sangat memalukan. Intinya, harus diantisipasi. Jika ingin merebut penghargaan Adipura. “Kami berterima kasih atas partisipasi pak Herwin, Mustar Labolo dan sebagian pimpinan SKPD yang turun lapangan bersama-sama dengan masyarakat membersihakan saluran drainasi yang tersumbat. Semoga jiwa kerakyatan seperti itu diimbangi dengan harapan yang besar,” tutur pria bertopi itu, seraya menyatakan, Wistar punya harapan besar. Dengan semangat baru, semoga harapan tersebut sesuai dengan kenyataan. (*)

About uman