Home » Ekonomi » Pakaian Impor Bekas Masih Beredar Bebas
Pakaian Impor Bekas Masih Beredar Bebas
Pakaian impor bekas masih beredar bebas di Pasar Simpong seperti yang terlihat pada Minggu (12/6).

Pakaian Impor Bekas Masih Beredar Bebas

LUWUK – Peredaran barang impor di Indonesia seperti cakar atau pakaian impor bekas telah dilarang. Namun, nyatanya kebijakan itu kendati sudah didukung dengan regulasi, peredarannya masih marak di Kabupaten Banggai. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dan Bea Cukai pun belum bertindak.
“Kita berpatokan dari pusat. Kalau di sana dilarang berarti di sini juga dilarang. Tapi sampi sekarang sudah tidak lagi, kalau memang dulu sempat dilarang,” ujar salah seorang pedagang cakar di Pasar Simpong, kemarin (12/6).
Efendi mengungkapkan, barang impor tersebut dipasok dari DKI Jakarta dan Makassar, Sulawesi Selatan. Mekanisme pembeliannya harus mentransfer terlebih dahulu biaya pembelian dan transportasi. “Sistemnya ada uang ada barang. Kita biasanya kirimnkan Rp 3 juta hingga Rp 6 juta,” katanya.
Masih di tempat yang sama, salah seorang pedagang cakar, Hiba menyatakan, hingga saat ini belum ada sosialisasi dari Disperindag terkait larangan tersebut. “Katanya memang mau diberhentikan tapi sampia sekarang belum ada tindakan apapun,” katanya.
Seperti diketahui, larangan penjualan cakar ditegaskan dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) nomor 51 tahun 2015. Namun, hingga saat ini upaya untuk mengerem penjualan tersebut belum dilakukan. (ali)

About uman