Home » Berita Utama » Herwin Tanya Staf Dishut, Mustar tak Ingin Fasilitas Mubazir
Herwin Tanya Staf Dishut, Mustar tak Ingin Fasilitas Mubazir
Bupati dan wakil bupati Banggai, Herwin Yatim dan Mustar Labolo melakukan sidak pada hari kerja pertama mereka.

Herwin Tanya Staf Dishut, Mustar tak Ingin Fasilitas Mubazir

KAMIS (9/6) kemarin hari kerja pertama bupati-wakil bupati Banggai Herwin Yatim dan Mustar Labolo. Keduanya berkunjung di kantor bupati serta dua SKPD. Apa yang menarik dari sidak sekira dua jam itu?

SOFYAN LABOLOLUWUK POST

MUSTAR Labolo tiba di Bandara Syukuran Aminuddin Amir pada pukul 07.15 wita. Ia lebih awal dibanding Herwin Yatim. Pagi itu, Mustar bertolak dari kota Palu dengan menggunakan pesawat Wings. Sekitar satu jam menunggu di ruang VIP, pesawat Garuda dari Makassar yang ditumpangi Herwin mendarat.
Prosesi penyambutan dengan tarian Molabot dilaksanakan.
Dari bandara, Herwin dan Mustar bersama rombongan langsung menuju Masjid Agung An-Nur Luwuk. Politisi PDI-Perjuangan dan Partai Demokrat melakukan sujud syukur di masjid terbesar di Kabupaten Banggai tersebut.
Setelah dari rumah jabatan (Rujab) yang berada di jalan Urip Sumoharjo dan singgah sebentar di kantor Kurnia Luwuk Sejati (KLS), rombongan kendaraan yang mendapat pengawalan aparat kepolisian itu menuju kantor bupati. Rombongan tiba pada pukul 10.00 wita.
Ruang kerja bupati menjadi tempat pertama yang ditinjau. Jika di ruang kerja yang sebelumnya ditempati Sofhian Mile dinilai masih ada beberapa yang perlu dibenahi, tapi tidak bagi ruang kerja wakil bupati. “Ruangan ini sudah bisa langsung ditempati,” ucap Herwin kepada Mustar.
Ruangan Sekkab yang berada disamping ruang kerja Wabup menjadi tempat yang selanjutnya dikunjungi dan kemudian ruangan staf ahli. Tak ada komentar Herwin ketika memasuki Bagian Sumber Daya Alam (SDA). Bersama Kabag SDA Tasrik Djibran dan sejumlah staf, Herwin dan Mustar langsung foto bersama.
“Kitorang tanya dulu sampai puas,” ucap Herwin setelah masuk pada ruangan Bagian Administrasi Pertanahan. Arif Manesa pun meladeni sejumlah pertanyaan yang dilontarkan Herwin. “Sebanyak 14 lahan yang sedang dilakukan pembebasan. Saat ini tinggal 3 lahan lagi yang proses pembebasannya belum selesai,” jawab Arif. Tak hanya lahan Pemda, Herwin juga menyentil soal absen. “Efektifkah absen elektronik ini diterapkan,” tanya Herwin.
Ruang berikut yang disambangi bupati dan wakil bupati yang pada tanggal 8 Juni ini dilantik adalah Bagian Hukum dan Perundang-Undangan. “Apakah stafnya hadir semua,” tanya Herwin sembari menyalami beberapa staf yang sudah lebih awal berdiri tegak bak tentara tersebut.
Kini giliran Mustar yang menghujamkan pertanyaan. “Apakah sudah ada regulasi tentang larangan merokok di tempat umum, bagaimana dengan Perda kebersihan dan Perda Ternak,” tanya Mustar. Mantan aleg DPRD Sulteng ini pun melanjutkan. “Orientasi kita kedepan adalah merebut kembali Adipura. Makanya pertanyaan itu saya lontarkan pada Bagian Hukum dan Perundang-Undangan,” tutur Mustar.
Bagian Umum menjadi ruangan berikutnya yang dimasuki Herwin dan Mustar. Seperti sudah ada aba-aba lebih awal, sehingga semua staf sudah berdiri tepat di depan meja mereka masing-masing. Di Bagian Umum Herwin sempat terkejut dengan melihat banyaknya aparatur sipil negara (ASN). “Wah, banyak sekali ASN di Bagian Umum. Berapakah jumlahnya,” tanya Herwin. Pertanyaan itu langsung dijawab. “Ada 33 orang pak,” kata salah satu ASN.
Satu persatu staf disalami Herwin, sembari berucap, ‘kalau ini honorer yah. Karena saya tahu sekali wajah honorer’. Bagian Rumah Tangga dan Umum menjadi ruangan selanjutnya dikunjungi.
Meski telah mengelilingi semua ruangan di kantor bupati, sidak siang itu belum juga disudahi Herwin dan Mustar. Rombongan kemudian menuju kantor Dinas Kehutanan (Dishut) yang dulunya dijadikan rumah jabatan (Rujab) bupati di era Ma’mun Amir.
Baru beberapa meter dari pintu masuk dan diterima Kadishut Banggai Usman Suni, Herwin melontarkan pertanyaan. “Mana stafmu yang suka main facebook”. Pertanyaan itu tak mampu dijawab Usman. Begitu juga sejumlah staf. Mereka hanya terpaku, setelah disalami Herwin.
Bupati Banggai bergegas masuk ke dalam ruangan Kadishut yang diikuti Usman. Herwin meminta untuk rapat tertutup. “Saya mau rapat tertutup dulu,” pinta Herwin. Pertemuan antara Herwin, Mustar, Kadishut dan beberapa orang itu berlangsung singkat, yakni hanya tiga menit.
Herwin dan rombongan kemudian melangkahkan kaki ke kantor Dinas Pendapatan (Dispenda) Kabupaten Banggai. Kadispenda Martono Suling rupanya sudah menunggu kedatangan Herwin dan rombongan. Kantor ini ternyata akan dimanfaatkan sebagai rujab Wabup. Dan kabar itu diamini Musta6r.
“Ini salah satu perintah pak bupati, yang menginginkan saya memanfaatkan fasilitas ini agar tidak mubazir,” kata Mustar. Sejak 2011 lalu, bangunan itu tak digunakan. Nanti ditahun 2015 barulah dimanfaatkan sebagai kantor Dispenda Banggai. “Ada tiga tahun gedung ini nganggur,” kata salah seorang ASN yang dipercayakan memegang kunci bangunan itu. Bangunan tersebut memiliki 8 kamar, yakni 3 kamar di lantai I dan selebihnya ada di lantai II. “Perabotnya lengkap. Makanya saya akan menempatinya sebagai rujab wabup,” kata Mustar.
Kabarnya, rujab wabup yang berada di jalan Urip Sumoharjo akan dialihkan menjadi rujab bupati. Sedang rujab bupati di jalan Ir. Sukarno dimanfaatkan sebagai guest house.
Dispenda adalah kantor yang terkakhir dikunjungi. Setelah itu rombongan berbalik arah ke rujab di jalan Ir. Sukarno. Namun sebelumnya mereka singgah dan salat Dzuhur di Masjid Darul Ikhlas Kompi. (*)

About uman