Home » Berita Utama » Rekomendasi DPRD Berbau Tuduhan
Rekomendasi DPRD Berbau Tuduhan
Samsulridjal Djalumang

Rekomendasi DPRD Berbau Tuduhan

LUWUK– Disebut menabrak tembok oleh anggota Komisi 3 DPRD Banggai, Syafruddin Husain, tidak membuat Direktur PT. Sinar Terang Anugerah, Sunardi Hongkiriwang alias Ko Suntek bungkam. Melalui dua kuasa hukumnya, Ko Suntek menyanggah pernyataan politisi yang akrab disapa Haji Udin itu.
“Judulnya memang rekomendasi DPRD. Tapi isinya sudah dalam bentuk keputusan. Sebab klien kami sudah dijustifikasi bersalah,” kata Syamsulridjal Djalumang yang didampingi Yusak Siahaya kepada Luwuk Post, Rabu (1/6).
Djan begitu sapaan akrab mantan Ketua KPU Banggai ini menjelaskan, jika mencermati point per point isi rekomendasi, selain berdiri sendiri juga telah bersifat final. Dari empat point rekomendasi, point kedua kata Djan sangat jelas tuduhannya. Adapun bunyi pointer kedua rekomendasi yang ditandai-tangani Ketua DPRD Banggai Samsulbahri Mang itu yakni, “agar pemerintah daerah Kabupaten Banggai melalui Dinas Pertanian Kabupaten Banggai memberikan sanksi teguran keras sampai pada pencabutan ijin operasional di Kabupaten Banggai terhadap PT. Sinar Terang Anugerah, karena diduga menyalahgunakan distribusi pupuk bersubsidi dan melanggar peraturan bupati Banggai nomor 520.33/854/Pertanian/tahun 2014 tentang kebutuhan pupuk bersubsidi sektor pertanian kecamatan se-Kabupaten Banggai”.
Ini sangat jelas kata Djan bahwa isi rekomendasi itu telah menjustifikasi kliennya. Padahal disisi lain hasil penyelidikkan Polres Banggai tidak terbukti perusahaan tersebut melakukan pelanggaran. Isi rekomendasi lainnya juga disentil Djan, yaitu pada pointer empat, yakni DPRD melakukan pengawasan terhadap pemerintah daerah atas pelaksanaan rekomendasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Itu artinya tekan Djan, rekomendasi itu berbunyi tuduhan. Padahal hasil kerja tim investigasi belum ada.
Kuasa Hukum Ko Suntek, Yusak Siahaya juga berujar, karena rekomendasi itu lebih kental pada penjustifikasi kliennya, maka dianggap layak untuk menjadi salah satu dokumen gugatan pada PTUN. “Kami tidak main-main. Upaya hukum mem PTUN kan DPRD Banggai tetap kami lakukan,” kata Yusak tanpa menyebut kapan mereka action.
ADA KONSPIRASI
Direktur PT. Sinar Terang Anugerah, Ko Suntek menduga, rekomendasi DPRD Banggai bernomor 890/277/DPRD tanggal 29 April 2016 itu diterbitkan lantaran ada konspirasi yang dilakukan oleh oknum anggota dewan, oknum kepala SKPD serta salah satu pengusaha di daerah ini.
Informasi yang diterimanya kata Ko Suntek, telah datang oknum Kepala SKPD pada salah satu pengusaha, agar mengambil alih ijin distributor pupuk bersubsidi di Kabupaten Banggai. Bergaining ini dilakukan kata Ko Suntek sangat kental dengan politik. Pasalnya, tawaran itu sengaja dibangun agar oknum pejabat tersebut mencari aman dalam jabatannya. Apalagi pengusaha itu punya kedekatan emosional dengan salah satu pejabat eksekutif di daerah ini.
Ko Suntek rupanya tidak respek disebut tabrak tembok. Ia pun balik bertanya kepada Haji Udin. “Tembok mana yang saya tabrak. Lagi pula penjelasan kuasa hukum saya tadi sudah sangat jelas bahwa isi rekomendasi itu sudah menjustifikasi, padahal hearing belum selesai serta kerja tim investigas Pemda Banggai belum bekerja. Maka pantas saja jika hearing Komisi 3 DPRD Banggai disebut abal-abal,” kata Ko Suntek. (yan)

About uman