Home » Berita Utama » Dale Klarifikasi soal Jari Telunjuk
Dale Klarifikasi  soal Jari Telunjuk
Dale Sutomo (baju biru), tersangka dalam kasus sungai Lobu saat ditahan penyidik Cabjari Pagimana, Kamis (26/5) pekan lalu.

Dale Klarifikasi soal Jari Telunjuk

“Tangan saya seperti itu karena menghindari jepretan kamera, bukan bilang ke nomor satu,”/// “Dale Sutomo, Tersangka Dugaan Korupsi Sungai Lobu”

LUWUK-Pejabat Pembuat Komitmen Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Banggai, Dale Sutomo, yang telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Lapas Kelas IIB Luwuk dalam kasus dugaan korupsi normalisasi Sungai Lobu, mengklarifikasi pemberitaan terkait isyarat jari telunjuk saat penahanannya, pekan lalu. Ia mengaku mengangkat jari telunjuk secara spontanitas untuk menghindari jepretan kamera wartawan. “Kamu ini bikin berita yang tidak betul. Tidak boleh itu,” sergah Dale saat hendak disalami, Rabu (1/6).
Saat ditanya berita bagian apa yang dimaksudnya tidak benar, Dale tidak mau memerjelas. Tapi, Ia akhirnya mau buka mulut saat terus dikejar sampai ke toilet Kantor Kejaksaan Negeri Luwuk. “Nanti kamu baca saja. Saya mau lapor kamu ke Jawa Pos,” ancamnya. Ia kesal karena upayanya mengangkat jari telunjuk untuk menghindari jepretan kamera yang menyorot muka itu diterjemahkan lain. “Saya tidak bilang bupati. Tangan saya seperti itu karena menghindari jepretan kamera, bukan bilang ke nomor satu,” tandasnya.
Kepala Bidang Pengairan Dinas PU itu menegaskan, tidak ada kaitan antara jari telunjuknya saat penahanan dengan isyarat atau tanda tertentu. Saat ditanya soal dugaan keterlibatan pimpinannya yang bertanggungjawab atas kewenangan sebagai pengguna anggaran, Dale juga enggan berkomentar. “Saya tidak mau komentar,” pungkasnya.
Seakan tak mau mengalihkan arah pembicaraan, Dale hanya berbicara terkait jari telunjuk yang sebelumnya pernah diberitakan. Menurutnya hal itu perlu diluruskan. Sehingga berkali-kali Ia harus menjelaskan bahwa tidak ada kaitannya jari telunjuk itu dengan orang nomor satu atau bupati. Saat disampaikan dalam berita awak media tidak pernah menulis bahwa isyarat itu berkaitan dengan bupati, Dale sempat terdiam. “Saya belum baca beritanya, cuma orang-orang di luar bilang begitu. Saya tidak baca koran selama ini, tapi tidak ada itu isyarat ke orang nomor satu,” tegasnya.
Dale mengingatkan agar tidak sembarang menulis berita. Ia mengaku ada orang-orang yang merupakan simpatisannya yang tengah mencari awak media yang menulis berita terkait jari telunjuk. Sehingga, Ia kemudian mengingatkan agar bisa berhati-hati. “Saya cuma kase ingat, hati-hati kamu batulis. Beda kalau cuma ba susupo (ngerumpi,red). Ini kamu tulis di koran, teman-teman saya dari kecamatan rata-rata menelpon. Bahkan dari Toili juga menelpon, tanya kenapa begitu. Ada orang dari Palu, dari Ampana cari yang batulis itu berita. Cuma saya bilang tidak usah saja. Hanya yang dari Makassar itu mau klarifikasi kamu ke Jawa Pos,” imbuhnya. “Kamu anak perusahaannya Jawa Pos kan?” tanyanya.
Meski sempat terlihat tegang, tapi pembicaraan yang singkat itu akhirnya mencair saat dijelaskan bahwa penulisan berita tidak ada yang dipelintir. Bahkan keterangannya terkait tupoksi sebagai PPK juga pernah diberitakan. Hanya saja, Dale mengaku tidak pernah membaca koran. Sehingga, Ia tidak tahu ada beberapa keterangan terkait penegasan soal tugasnya sebagai PPK.
Meski terlihat sedikit emosi, tapi Dale bisa mengontrol emosinya. Ia bahkan dengan tenang menjawab beberapa pertanyaan.
Sebelumnya Kacabjari Pagimana, Thoriq Mulahela SH, mengungkapkan Dale merupakan tersangka yang kooperatif dalam pemeriksaan penyidik. Selalu menghadiri panggilan dan tegas menjawab setiap pertanyaan.
Jumat (27/5) pekan lalu, Luwuk Post memberitakan saat ditahan Dale Sutomo seperti member isyarat dengan jari telunjuk. Apakah isyarat itu menandakan masih ada satu tersangka tambahan ataukah mengarah ke orang nomor satu? Hal itulah yang kemudian dipahami Dale sebagai tulisan yang mengarah ke bupati.(van)

About uman