Home » Berita Utama » Graha Dongkalan Diresmikan Hari Ini
Graha Dongkalan Diresmikan Hari Ini
Graha Dongkalan

Graha Dongkalan Diresmikan Hari Ini

LUWUK—Warga Kota Luwuk patut bangga. Diakhir pemerintahannya, Bupati Banggai Sofhian Mile, membangun gedung yang benar benar dapat dimanfaatkan masyarakat banyak. Gedung Wanita yang akan berganti nama menjadi Graha Dongkalan itu akan diresmikan oleh Bupati Banggai, Sofhian Mile, Rabu (25/5), hari ini.
Graha Dongkalan menjadi salah satu bukti komitmen Bupati Banggai membangun sarana publik–bukan gedung pemerintahan-yang dapat digunakan oleh masyarakat banyak. Tergerak melihat gedung Dharma Wanita yang sudah tidak layak, Ia memerintahkan pembangunan baru gedung yang terletak di jantung kota sejak tahun 2014 lalu.
Megah dan juga mewah. Begitu kesan orang yang menginjakkan kaki di gedung tiga lantai itu. Orang orang bahkan menyebut Graha Dongkalan akan menjadi icon baru Kota Luwuk. Dengan daya tampung hampir 2000 orang, gedung Graha Dongkalan dibangun menggunakan APBD Kabupaten Banggai sekira Rp 26 miliar. Tiga tahun anggaran. Mulai tahun 2014 hingga tahun 2016.
Namun, selain pujian ada juga kritikan yang berhembus melihat persiapan peresmian gedung itu. Terutama karena gedungnya belum selesai. Masih ada bagian dalam gedung yang belum selesai ditehel. Begitu juga dengan landscape. “Megah, tapi sayangnya belum selesai,” kata salah seorang warga Kota Luwuk, kemarin.
Selain itu, sorotan juga mengemuka lantaran gedung wanita itu diganti namanya menjadi Graha Dongkalan.  Nama yang merujuk pada komunitas warga Luwuk itu menuai sorotan karena mengabaikan keberagaman masyarakat Kabupaten Banggai.
Hanya saja dukungan terhadap pemberian nama Graha Dongkalan juga mengemuka. “Saya sepakat dengan namanya, Graha Dongkalan. Sayangnya belum selesai,” kata Abdul W, warga Luwuk.
Hal senada disampaikan mantan Ketua KNPI Kabupaten Banggai, Alfian Djibran. “Kami mengapresiasi dan memberikan penghormatan yang tinggi atas gagasan peresmian dan penamaan gedung Dharma Wanita menjadi Graha Dongkalan. Salut untuk Pak Bupati atas gagasannya. Itu sangat terukur dan bisa dilogikakan karena memberikan penghormatan terhadap kearifan lokal,” tutur Alfian.
Ia menilai gagasan bupati tersebut mampu memanifestasikan sejarah panjang Dongkalan sebagai komunitas yang memiliki makna tersendiri terhadap cikal bakal kota Luwuk. “Sejarah yang dibuat oleh leluhur seperti mendapat tempat, terimakasih untuk pak Bupati,” imbuhnya. (ris)

About uman