Home » Berita Utama » Bea Cukai Musnahkan Barang Ilegal
Bea Cukai Musnahkan Barang Ilegal
Kantor pengawasan dan pelayanan Bea dan Cukai tipe Pratama Luwuk, bersama instansi terkait di wilayah Luwuk, memusnahkan barang kena cukai hasil tembakau dan minuman mengandung ethil alkohol di halaman kantor jalan Imam Bonjol Selasa (24/5).

Bea Cukai Musnahkan Barang Ilegal

LUWUK – Peredaran barang ilegal di Kota Luwuk masih tetap tumbuh subur. Kemarin (24/5), Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Pratama Luwuk kembali memusnahkan 250.560 batang Barang Kena Cukai (BKC) hasil tembakau (HT) dan 271 botol BKC minuman mengandung ethil alkohol (MMEA) dari berbagai merek.
Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Pratama Luwuk, Saparudin Muhamad mengungkapkan, total nilai barang yang dimusnahkan itu sebesar Rp 109.059.240. Sementara kerugian negara mencapai Rp 96.120.180. “Untuk BKC hasil tembakau atau rokok totalnya itu 12770 bungkus,” papar Saparudin sesuai pemusnahan bersama sejumlah instansi terkait.
Saparudin menjelaskan, jalur distribusi barang haram itu yakni dari pulau Jawa ke Kota Makassar. Kemudian diangkut menggunakan mobil ke Kota Palu. “Setelah itu baru ke Kota Luwuk dan kota lain di Sulawesi Tengah,” katanya.
Berkaca pada pengalamannya saat bertugas di Kota Makassar, kata Saparudin, saat di pelabuhan memang barang-barang ilegal itu sulit terdeteksi. Berbagai modus dilakukan pelaku penyelundup. “Salah satu modus yang dilakukan biasanya dus dan isinya itu berbeda,” ungkap Saparudin sembari mengakui pengawasan di Pelabuhan Makassar juga ketat.
Hanya saja, kata dia, pelaku usaha yang terjaring menjual barang ilegal itu tidak bisa diberikan sanksi tegas. Sebab, mereka beralasan ketika menjualnya, tidak diketahui apakah itu dilarang atau tidak. “Mereka punya perlindungan di situ. Mereka hanya dikirimkan barang itu, setelah laku baru dibayar,” jelasnya.
Saparudin mengakui, wilayah kerjanya terbilang luas karena harus mengawasi pergerakan di Kabupaten Banggai, Bangkep, dan Banggai Laut. Sehingga pengawasan belum maksimal. “Tapi di Kabupaten Banggai Laut ada satu petugas yang kita tempatkan di pos,” terangnya. (ali)

About uman