Home » Berita Utama » Sofhian Mile Puji PAN
Sofhian Mile Puji PAN
Bupati Banggai Sofhian Mile memberi sanjungan buat PAN saat memberi sambutan pada Musda.

Sofhian Mile Puji PAN

LUWUK-Bupati Banggai, Sofhian Mile, banyak memberi sanjungan untuk PAN Kabupaten Banggai. Sanjungan itu disampaikan saat memberikan sambutan pada Musda IV DPD PAN Banggai Kamis (19/5).
Mengenakan kemeja dengan warna kebesaran PAN, biru, sambutan sekira 15 menit yang disampaikan Sofhian Mile beberapa kali mengundang aplaus dari peserta Musda yang digelar di hotel Estrella itu.
Awalnya, Sofhian memberi apresiasi kepada Wakil Bendahara DPP PAN Basir Ruddin. Lalu Ketua DPW PAN Sulteng, Oskar Paudi serta pendiri PAN di Sulteng Basri Sono. Sofhian mengaku, Musda ini telah diinformasikan padanya empat hari sebelumnya.
“Empat hari lalu saya sudah diinformasikan. Saat itu Pak Oskar Paudi baru balik dari Tolitoli. Saya minta kosongkan semua agenda pada tanggal 19 Mei. Saya ingin saksikan dari dekat apakah sinar matahari itu masih bersinar pada kader PAN. Sejak turun dari mobil, ternyata semangat itu masih terlihat,” kata Sofhian.
Staf di Bagian Humas kata Sofhian tidak seperti biasanya. Pada acara politik, mereka tidak menyiapkan draf sambutan tertulis. “Itu artinya mereka ingin saya berkreasi dalam sambutan lisan,” tuturnya.
Kata Sofhian Mile, partai politik dibentuk dengan tujuan memberi sumbangsih kepada bangsa dan negara. Maknanya, parpol tidak bisa diklaim milik person ataupun kelompok tertentu, melainkan jadi aset bangsa. “Jangan pengurus parpol mulai dari pusat hingga desa mengklaim bahwa partai itu miliknya. Itu cikal bakal perpecahan,” ujar Sofhian.
Memang di ranah politik identik dengan dinamika. Akan tetapi semua kader dituntut dapat menciptakan iklim yang kondusif. Ketika upaya itu tak dilakukan, Sofhian yakin umur parpol itu tidak akan panjang. Begitu juga harus membuka kran perbedaan. Jika tidak maka itu disebut pengingkaran terhadap iklim demokrasi.
PAN lanjut Sofhian, partai yang digagas oleh Amin Rais yang merupakan tokoh nasional. Banyak hal yang bisa dipetik dari kepribadian Amin Rais di PAN. Sofhian mencontohkan, sekalipun tokoh hebat, namun Amin Rais tidak memanfaatkan atau menggunakan kekuasaan untuk kepentingan pribadinya. Amin Rais memiliki jiwa besar. Dan komitmen itu dibuktikkan dengan ia tidak maju sebagai Ketum PAN.
“Bagi saya ini adalah gaya kepemimpinan terpelajar dan paham berdemokrasi. Kalau kadernya di daerah ini mampu mengikutinya, saya yakin PAN akan terus bersinar seperti matahari,” kata Sofhian.
Masih dengan pemaparan Sofhian, PAN bukanlah partai pemenang pileg. Sekalipun bertengger pada posisi kelima secara nasional, namun PAN mampu menguasai beberapa kunci pengambilan keputusan dalam menjalankan roda pemerintah di republik ini. Hal ini menjadi gambaran bahwa kader PAN di pusat punya kemampuan berimprovisasi politik, dengan dibuktikkan mampu merebut posisi strategis.
“Saya harap kepiawaian itu mampu diadopsi tak hanya PAN Sulteng, tapi juga bagi para kader PAN di Kabupaten Banggai,” imbau Sofhian. (yan)

About uman