Home » Metro Luwuk » Proyek BPU Piondo Diduga Bermasalah
Proyek BPU Piondo Diduga Bermasalah
Pembangunan balai pertemuan desa Piondo kecamatan Toili dinilai bermasalah, kamis (19/5).

Proyek BPU Piondo Diduga Bermasalah

TOILI– Pembangunan Balai Pertemuan Umum (BPU) Desa Piondo Kecamatan Toili melalui Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2015 diduga bermasalah.
Sebab, anggaran yang digunakan dinilai tidak transparan. Bangunan tersebut harusnya sudah selesai sejak tahun 2015, dan tidak menunggu anggaran desa tahun 2016.
Sukandi, selaku Sekdes Desa Piondo mengatakan anggaran pembangunan balai pertemuan itu tidak diketahui oleh pemerintah desa maupun BPD. Sebab RAB hanya dipegang oleh mantan Kepala Desa, Syamsudin. Sebelum digantikan oleh Plt. Kades Rijal Mile.
“Saya dan pemerintah desa lainnya tidak tahu anggarannya, soalnya RAB pembangunan tersebut hanya dipengang oleh pak Syamsudin, jadi kalau mau ditanya, saya tidak tahu berapa anggarannya, dan juga tidak ada papan informasi proyek yang dipampang di lokasi pembangunan itu,”jelasnya saat ditemui Kamis (19/5).
Terpisah, Syamsudin, mantan Kades Piondo menjelaskan, pembangunan tersebut sudah sesuai dengan perencanaan yang telah disepakati. Pembangunan balai pertemuan itu menggunakan aggaran tahun 2015 dan tahun 2016.
“Pembangunan itu menggunakan dua RAB pada tahun 2015 hingga 2016, memang tidak bisa langsung selesai,” imbuh Syamsudin.
Menurut Syamsudin, semua rencana pembangunan di Desa Piondo selalu diawali dengan rapat yang dihadiri oleh semua pemerintah desa dan BPD untuk dimusyawarahkan.
“Apa yang kurang transparan lagi, setiap ada perencanaan selalu saya buat rapat, pembangunan balai pertemuan itu membutuhkan kurang lebih anggaran Rp 160 juta, sesuai RAB, dan DRK, sedangkan anggaran ditahun kemarin itu hanya Rp 108 juta saja, dan tahun ini akan dimaksimalkan sebab menunggu anggaran kurang lebih Rp 50 juta lebih lagi,”terangnya.
Mantan Kades ini mengatakan, jika ada masalah, pemeriksaan beberapa bulan lalu sudah terlihat, sebab, Bawasda, BPMPD serta tim monitoring telah memeriksa semua program pembangunan di desa itu.
“Tapi sampai saat ini kan tidak pernah ada masalah, tinggal menunggu BPK lagi,” pungkasnya.(tr-39)

About uman