Home » Berita Utama » Musda IV PAN Banggai Deadlock
Musda IV PAN Banggai Deadlock
Musda IV DPD PAN Banggai berakhir deadlock, Kamis (19/5). Tampak para peserta Musda.

Musda IV PAN Banggai Deadlock

LUWUK-Musyawarah Daerah (Musda) IV DPD PAN Kabupaten Banggai, Kamis (19/5), belum membuahkan hasil. Hajatan lima tahunan yang dilaksanakan di Hotel Estrella itu berakhir deadlock. Semua anggota formatur menyatakan siap menjadi Ketua DPD PAN Kabupaten Banggai menggantikan posisi Oskar Paudi yang selama dua periode menahkodai partai berlambang matahari terbit tersebut.
Siapa saja tim formatur? Mengacu surat keputusan DPW PAN Sulteng ada empat nama yang dilegitimasi sebagai tim formatur. Mereka adalah Moh. Djufrie Diko, Romi Botutihe, Ibrahim Darise dan Ninin Zahra. Keempat formatur plus DPW PAN Sulteng, sebelumnya diberi kesempatan selama 10 menit untuk bermusyawarah menunjuk siapa Ketua DPD PAN Banggai terpilih.
Tapi, waktu yang diberikan steering comite committee itu tak dilanggar. Kurang dari 10 menit, tim formatur selesai berdiskusi. Hasilnya, semua menyatakan kesiapan untuk menjadi Ketua DPD PAN Banggai periode 2015-2020.
Politis PAN Sulteng Rusdi Dg. Palabi selaku  Ketua comite committee Wilayah yang memimpin sidang memaparkan satu persatu alasan keempat formatur memimpin PAN Banggai.  Romi Botutihe beralasan, sebagai kader yang mendapatkan mandat harus siap. “Saya tidak akan mundur,” ucap Romi sebagaimana dikutip Rusdi. Lain halnya dengan Moh. Djufrie Diko. Menurut Rusdi, sebagai kader PAN yang pernah beberapa kali menduduki jabatan strategis, Djufrie punya keinginan menjadi ketua partai. Satu-satunya perempuan yang masuk formatur adalah Ninin Zahra. “Kalau teman-teman pria bersedia, saya juga demikian,” kata Rusdi mengutip pernyataan Ninin.
Sementara Ibrahim Darise lanjut Rusdi beralasan, sebagai senior dan sudah lama berkiprah di PAN, Ibrahim Darise meminta dengan hati yang tulus untuk diberikan kesempatan sebagai Ketua DPD PAN Banggai satu periode kedepan.
Karena masing masing formatur memiliki sikap yang sama, hingga kemarin steering committee belum mengambil keputusan. Berdasarkan tata tertib Musda kata Rusdi, dengan deadlock ini maka DPW PAN Sulteng memberikan 7 hari kesempatan pertama untuk kembali bermusyawarah dalam memutuskan Ketua DPD PAN Banggai. Jika kembali deadlock maka masih diberikan lagi kesempatan kedua selama 7 hari. Kalaupun kembali mentok, maka keputusannya akan diambil alih oleh Ketua DPW PAN Sulteng, Oskar Paudi.
Bagaimana pendapat Ketua DPW PAN Sulteng, Oskar Paudi atas deadlock nya Musda IV DPD PAN Kabupaten Banggai itu? Sikap itu disampaikan Oskar saat menutup kegiatan yang berakhir pukul 14.25 wita itu.
“Awalnya saya menginginkan Musda ini sudah punya hasil. Sebab sejak awal pembukaan tadi, saya sudah tegaskan bahwa Musda bukanlah ajang rivalitas, melainkan sebagai wadah silahturahim sekaligus memotivasi sesama kader jelang pileg 2019,” kata Oskar.
Meski sedikit menyesalkan atas keputusan tim formatur itu, namun Oskar tetap menaruh harapan besar, agar rentang waktu selama 14 hari kedepan, keputusan itu ditelurkan lewat musyawarah untuk mufakat diinternal formatur. “Saya harap waktu yang diberikan itu bisa saling berkomunikasi dari hati ke hati, sehingga melahirkan sebuah kesepakatan lewat musyawarah,” kata Oskar.
Pernyataan penyesalan Oskar kembali diucapkannya. “Saya gagal. Kenyataannya tidak tercipta kebersamaan dan persaudaraan hari ini,” ucapnya. “Sengaja saya tidak maju lagi sebagai Ketua DPD PAN Banggai, karena saya ingin beri ruang kepada kader PAN Banggai lainnya,” tambah Oskar.
Pesan Oskar pada closing statemennya, apa yang menjadi persoalan diinternal partai, disudahi saja lewat Musda ini. Jangan lagi terbangun faksi-faksi. Ciptakan saja satu faksi ditubuh PAN Banggai. (yan)

About uman