Home » Politik » Masyarakat Jangan Termakan Rayuan
Masyarakat Jangan Termakan Rayuan
I Putu Gumi

Masyarakat Jangan Termakan Rayuan

LUWUK-Belum dicabutnya laporan polisi terkait dugaan penipuan dan penggelapan 47 sertifikat lahan masyarakat desa Kamiwangi, kecamatan Toili Barat, oleh PT Pertamina EP MGDP membuat pihak perusahaan kelabakan. Pasalnya, hasil rapat dengar pendapat di DPRD Banggai, terkait permintaan pencabutan laporan belum diindahkan masyarakat. Kini, pihak perusahaan mulai melakukan pendekatan ke masyarakat dengan menyediakan alat berat yang dipinjamkan lengkap dengan operator dan bahan bakar, gratis.
Melihat adanya upaya itu, Wakil Ketua I DPRD Banggai, I Putu Gumi meminta masyarakat agar tidak termakan rayuan oknum tertentu. “Saya hanya minta masyarakat tidak termakan rayuan, fokus pada tuntutan terkait pengembalian sertifikat dan kompensasi saja,” kata Aleg yang berasal dari Toili Barat ini, Kamis (19/5).
Pernyataan itu dimaksudkan agar masyarakat tidak serta merta terbujuk oleh rayuan oknum perusahaan, kemudian dengan mudahnya mencabut laporan tanpa memikirkan kelanjutan dari tuntutan pengembalian sertifikat dan negosiasi kompensasi pembakaran gas dari sejumlah sumur donggi yang ada di wilayah desa Kamiwangi.
Diketahui, persoalan sertifikat lahan masyarakat desa Kamiwangi telah lama bergulir namun hingga kini belum ada kejelasan kapan sertifikat yang diambil perusahaan sejak tahun 2000 silam itu dikembalikan. Semula, pengambilan sertifikat lahan untuk pemisahan antara lahan yang sudah dibeli perusahaan dengan lahan yang masih jadi hak milik warga. Perusahaan berjanji akan mengembalikan sertifikat warga dalam waktu dekat, namun 15 tahun sudah berjalan tak jua ada pengembalian. Terlebih, upaya warga memertanyakan langsung juga terkesan dicueki. Alhasil, warga pun mengadu ke DPRD Banggai. Melihat, perjalanan dari beberapa pertemuan yang tidak dihadiri PT Pertamina EP MGDP, warga yang kesal akhirnya melaporkan dugaan penipuan dan penggelapan sertifikat. Diduga, karena adanya laporan itu, pertemuan selanjutnya langsung dihadiri sejumlah petinggi dari perusahaan pelat merah ini. Mereka kemudian berjanji akan mengembalikan, tapi tidak menyebutkan batas waktu pengembalian. Karena ketidakjelasan itu, warga juga belum mencabut laporannya.(van)

About uman