Home » Kampus » LK Unismuh Bagai Anak Tanpa Induk
LK Unismuh Bagai Anak Tanpa Induk
Gerbang masuk Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Luwuk. Nampak aktifitas mahasiswa, Kamis (19/5).

LK Unismuh Bagai Anak Tanpa Induk

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) adalah penampung aspirasi mahasiswa. Juga merupakan perantara antara mahasiswa dan pihak rektorat dalam menyelesaikan persoalan kemahasiswaan. Jika BEM dalam satu universitas tidak ada, apa jadinya mahasiswa?

Laporan : Andi Ardin / Luwuk Post

Sebelum memasuki gerbang Universitas Muhammadiyah (Unismuh), mata akan ditakjubkan dengan barisan kendaraan yang tampak serasi mengikuti liku jalan. Beberapa mahasiswa akan menyambut dengan senyum hangat tanda ramah tamah sebagai tuan rumah.
Hijaunya Unismuh akan terlihat jelas jika pengunjung memasuki pelataran yang biasanya digunakan sebagai tempat penyelenggaan kegiatan kemahasiswaan. Akan nampak kelompok-kelompok mahasiswa yang sedang asyik melakukan aktivitas, baik aktivitas membaca, berdiskusi, dan bercengkerama.
Namun di lain sisi, ada beberapa yang hilang dan membuat Unismuh belum sempurna. Salah satunya adalah keberadaan Badan Eksekutif Mahasiswa yang sampai saat ini tak kunjung ada. Padahal, keberadaan induk dari lembaga kemahasiswaan intra kampus itu sangat dibutuhkan mahasiswa bahkan universitas itu sendiri.
Sudah hampir setengah windu, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Luwuk lumpuh total. Alhasil, lembaga kemahasiswaan seperti BEM Fakultas dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) tak dapat lagi menunjukkan taringnya dalam mengkritisi kebijakan birokrat.
Jika diumpamakan seperti anak tanpa induk, lembaga-lembaga kemahasiswaan di Unismuh tidak memiliki sandaran kokoh untuk merangkul aktivitas kemahasiswaan. Sangat disayangkan, BEM Universitas yang juga berperan dalam peningkatan mutu kampus, namun kenyataannya seperti diabaikan tanpa keinginan serius untuk membangunnya kembali.
Dalam kapasitasnya, BEM berperan sebagai penampung dan penyalur aspirasi atau keinginan mahasiswa. Juga menjadi tempat berkoordinasi dan komunikasi berbagai kepentingan, serta menjadi jembatan antara aspirasi mahasiswa dengan pihak rektorat. Jika terdapat mahasiswa yang mempunyai permasalahan kesulitan membayar SPP atau penangguhan, permasalahan akademik, transparansi pendanaan kemahasiswaan, maka peran BEM adalah memperjuangkan dan menindak lanjuti persoalan-persoalan tersebut sesuai prosedur. Dapat dibayangkan, bagaimana jika dalam satu universitas sama sekali tidak memiliki penampung persoalan-persoalan mahasiswa.(*)

About uman