Home » Metro Luwuk » Puluhan Interupsi, Putu Gumi Dibuat Kalang Kabut
Puluhan Interupsi, Putu Gumi Dibuat Kalang Kabut
Wakil Ketua DPRD Banggai, I Putu Gumi yang memimpin hearing TKBM Teluk Lalong sempat dibuat kalang kabut.

Puluhan Interupsi, Putu Gumi Dibuat Kalang Kabut

MUNGKIN baru kali ini hearing di DPRD Banggai paling banyak interupsi. Saking banyaknya memencet mikropon, suasana rapat menjadi debat kusir. I Putu Gumi yang memimpin rapat pun dibuat kalang kabut.

SOFYAN LABOLO-Luwuk Post

RAPAT dengar pendapat (RDP) terkait aduan anggota tenaga kerja bongkar muat (TKBM) awalnya dijadwalkan Senin (16/5). Itu didasarkan pada hasil pertemuan sebelumnya. Namun rencana tersebut meleset. RDP baru dilaksanakan Selasa (17/5) kemarin.
Molornya agenda itu tak hanya terjadi pada hari pelaksanaannya. Berdasarkan undangan sekretariat DPRD Banggai, hearing lintas komisi itu dijadwalkan mulai pukul 09.00 wita. Budaya ‘jam karet’ yang memaksa hearing itu harus molor hampir dua jam, lantaran dimulai pada pukul 10.55 wita. “Masa kita yang hadir lebih dulu dari para aleg,” celetuk salah seorang anggota TKBM Teluk Lalong.
Alotnya hearing yang turut dihadiri Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Banggai, Hasanuddin Idris dan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Banggai, Usmar Mangantjo sudah tampak lebih awal. Kurang dari semenit hearing dibuka Wakil Ketua DPRD Banggai, I Putu Gumi, nyaris terjadi baku hantam sesama anggota TKBM (baca judul: Hearing TKBM Nyaris Baku Pukul). Untung saja para anggota TKBM Teluk Lalong yang beda persepsi itu dapat menahan diri.
Hearing belum langsung masuk pada substansi persoalan. Pengurus TKBM meminta agar pimpinan rapat memperlihatkan daftar nama anggota TKBM yang mengajukan keberatan atas pelaksanaan rapat anggota tahunan (RAT) yang dilaksanakan tanggal 11 Mei beserta sederet tuntutan. Debat kusir pun tak terhindarkan antara anggota TKBM. Sekretaris Komisi 1 DPRD Banggai, Bachtiar Pasman memberi penjelasan. “Saat memasukkan aduan tidak tercantum nama. Mereka mengatasnamakan anggota TKBM,” jelas Bachtiar. Penjelasan politisi PKB ini turut diperkuat Putu Gumi.
Wakil Ketua TKBM Teluk Lalong, Apri Arigo menyambutnya. “Sebanyak 13 anggota itu bukan refresentase dari TKBM. Kita butuh bukti nama-nama itu. Saya khawatir anggota TKBM terprovokasi,” ujar Apri.
Sindiran ini diladeni anggota TKBM lainnya. “Kami tidak terprovokasi. Kami ingin TKBM transparan,” jawab salah seorang anggota. Suasana kembali menjadi gaduh. Silih berganti melakukan interupsi. Bahkan Putu Gumi tak mendapat kesempatan untuk bicara.
Situasi kembali tenang, setelah Sekretaris Komisi 3 DPRD Banggai, Masnawati Muhammad memberi pendapat. “Pertemuan ini bertujuan mencari solusi. Agar lebih paripurnanya rapat gabungan ini, sebaiknya yang bicara perwakilan masing-masing kubu. Abaikan dulu persepsi adanya penyusup. Saya minta hargai pimpinan rapat, sehingga bisa mengarahkan pertemuan ini dengan baik,” ucap aleg Partai Gerindra ini.
Sekitar 30 menit berjalan barulah masuk pada isi tuntutan. Anggota TKBM Teluk Lalong, Arnold diberi kesempatan membacakan sebanyak tujuh item tuntutan. Belum selesai membacakannya, kembali banjir interupsi. Silih berganti lampu mikropon menyala. Itu artinya, para anggota TKBM yang hadir masing-masing ingin memberi argumen.
Apri Arigo kembali bersuara. Menurut dia, apa yang dilakukan belasan anggota TKBM itu sama dengan menyebarkan aib organisasi. Pasalnya, tak satupun anggota dari mereka yang menkonfirmasi kepada pengurus. Anehnya, masalah ini sudah diadukan di DPRD Banggai. “Kita kan punya wadah. Masa tidak bisa dibicarakan lewat TKBM,” kata pria yang akrab disapa Aco ini.
Perwakilan anggota TKBM Teluk Lalong, Heriyanto menyanggah argumen itu. “Kita sudah bertandang pada Dinkop dan UKM. Sebagai pengayom koperasi, instansi itu meminta agar RAT dilaksanakan sesuai mekanisme,” kata dia. Sekretaris TKBM Teluk Lalong, Rudi Harun menekankan agar dalam mencermati undang-undang nomor 25 tahun 1992 tentang koperasi tidak setengah-setengah. Sebab didalam regulasi itu ada penjabarannya. “Ini karena setengah-setengah dalam mencermati aturan, makanya asal protes saja,” tegas Rudi. Rapat semakin ‘panas’, setelah Heriyanto membacakan sejumlah dugaan pelanggaran yang dilakukan TKBM Teluk Lalong.
Banjir interupsi membuat hearing berlangsung 2 jam lebih itu tak berakhir dengan kata sepakat. Kedua pihak ‘bersaudara’ itu sama-sama ngotot mempertahankan pendapat mereka. Tapi bukan berarti tanpa hasil. DPRD Banggai mengeluarkan rekomendasi yang ditujukkan kepada instansi teknis untuk segera menyelesaikan polemik tersebut. Saran agar segera dikeluarkan rekomendasi setelah tiga aleg yakni Bachtiar Pasman, Winancy Ndobe serta Syafruddin Husain diberi kesempatan memberi pendapat. “Kita akan keluarkan rekomendasi kepada Dinkop dan UKM Banggai agar secepatnya merampungkan persoalan ini,” kata Putu Gumi sembari mengetuk palu sidang yang menandakan hearing siang kemarin selesai. (*)

About uman