Home » Metro Luwuk » Hearing TKBM Nyaris Baku Pukul
Hearing TKBM Nyaris Baku Pukul
Hearing lintas komisi DPRD Banggai kemarin, nyaris terjadi aksi baku pukul. Untung saja para anggota TKBM Teluk Lalong dapat menahan diri.

Hearing TKBM Nyaris Baku Pukul

LUWUK– Hearing lintas komisi DPRD Banggai dengan agenda keluhan anggota tenaga kerja bongkar muat (TKBM) Teluk Lalong, nyaris terjadi baku pukul, Selasa (17/5) kemarin. Wakil Ketua DPRD Banggai, I Putu Gumi yang memimpin rapat itu, sempat dibuat kalang-kabut.
Rapat dengar pendapat (RPD) itu seyogianya dimulai pukul 09.00 wita. Namun jadwal sesuai undangan dari sekretariat DPRD Banggai itu molor. RPD baru dimulai sekitar pukul 10.55 wita.
Insiden itu terjadi setelah Gumi membuka hearing. Wakil Ketua TKBM Teluk Lalong, Apri Arigo meminta kepada pimpinan sidang untuk mengeluarkan sejumlah aktivis Lingkar Gerakan Rakyat Banggai (LARRA) dari ruangan rapat. “Saya minta tiga aktivis itu dikeluarkan dari ruangan ini. Sebab agenda ini milik TKBM,” ucap Apri.
Situasi menjadi gaduh. Sejumlah anggota TKBM tak sepakat dengan permintaan tersebut. Saling baku bantah pun mewarnai ruang rapat di lantai II kantor DPRD Banggai itu. Bahkan dua orang yang juga sesama pengurus TKBM sudah saling berhadap-hadapan. Untung saja insiden tersebut tidak berbuntut pada perkelahian. Beberapa anggota TKBM melerai kedua rekannya tersebut. Para aktivis LARRA, Ancu, Budi dan Yusuf Kiki mengamini permintaan pengurus TKBM. Ketiganya langsung meninggalkan ruang rapat.
Awalnya, hearing itu tidak tampak aparat keamanan. Pasca insiden, sejumlah polisi baik berpakaian seragam maupun preman sudah menyebar pada beberapa titik di dalam ruang rapat tersebut.
Apa tanggapan LARRA atas pengusiran itu? Yusuf Kiki mengaku heran. Sebab kehadiran mereka itu hanya sekedar menyaksikkan agenda RDP. “Torang heran saja. Padahal torang datang hanya untuk menonton saja,” jawab Yusuf Kiki. Meski demikian, dia bersyukur, karena kedua pihak dalam hal ini sesama anggota TKBM Teluk Lalong telah bertemu dan berdiskusi dengan DPRD bersama instansi terkait. “Harapan kami agar problem itu segera selesai dengan berbasis faktual,” ucapnya. (yan)

About uman