Home » Berita Utama » Sikap Dandim Tegas
Sikap Dandim Tegas
Dandim 1308 Luwuk Banggai, Letkol Sapto Irianto, melakukan pertemuan dengan Direktur Luwuk Post, Herdiyanto Jusuf, dan semua wartawan di Luwuk di Balai Pertemuan Makodim 1308 Luwuk Banggai, Senin (16/5). Pertemuan tersebut terkait seorang anggotanya yang melakukan penganiayaan terhadap wartawan Sabtu (14/5) lalu.

Sikap Dandim Tegas

“Khusus kepada anggota akan saya tindak tegas, secara militer. Saya juga sudah terima instruksi dari Danrem, selesaikan dan tetap tindak tegas,” —Kutipan SAPTO IRIANTO-DANDIM 1308 LB

“Kami menuntut penyelesaian secara hukum. Kami pun siap dituntut secara hukum. Kalau ternyata wartawan keliru mereportase kami juga siap memberi sanksi,”  —Kutipan HERDIYANTO JUSUF, Direktur Luwuk Post

LUWUK—Dandim 1308 Luwuk Banggai, Letkol Sapto Irianto, kukuh dengan komitmen awalnya menindak tegas oknum anggotanya yang melakukan penganiayaan terhadap wartawan Sabtu (14/5), lalu. Komitmen tersebut kembali disampaikan Dandim 1308 Luwuk Banggai saat melakukan pertemuan dengan Direktur Luwuk Post, Herdiyanto Jusuf dan semua wartawan di Luwuk di Balai Pertemuan Makodim 1308 Luwuk Banggai, Senin (16/5).
Dandim menyatakan, penyesalan dan permohonan maaf atas kejadian penganiayaan yang melibatkan salah satu oknum anggotanya.“Secara pribadi saya sangat sesalkan kejadian ini, semoga ini tidak pernah terulang, semoga tidak sampai merusak hubungan Kodim dan wartawan yang sudah terjalin baik selama ini,” katanya.
Dandim berharap kejadian yang telah mencoreng institusi serta menganggu kerja kerja jurnalistik itu menjadi bahan koreksi bagi semua pihak. Ia berharap kedua belah pihak, sesuai tupoksinya masing masing tetap bekerja untuk memajukan daerah.
Menurut Dandim, kejadian pemukulan terjadi secara spontan karena anggotanya tersulut emosi. Sebab, awalnya, Salim dan keluarganya hanya hendak mengklarifikasi pemberitaan.“Awalnya hanya mengkonfirmasi pemberitaan. Namun Salim dan keluarganya tersulut emosi sesaat, sehingga terjadilah kejadian yang kita sesalkan. Salim dan juga keluarganya sudah menyatakan penyesalan dan  permohonan maaf. Yang bersangkutan (Salim-red) juga sudah siap menerima konsekuensi atas perbuatan yang dilakukan,” tuturnya.
Ia mengatakan, upaya melakukan mediasi untuk kali kedua terhadap kejadian itu, agar semua bisa menahan diri serta mencari solusi terbaik.
Meski diupayakan bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Tapi,  Dandim menegaskan, pihaknya akan tetap menindak tegas anggotanya. Mediasi dilakukan secara kekeluargaan agar tidak ada lagi dendam, sementara wartawan tidak lagi membesar besarkan kejadian itu.
“Khusus kepada anggota akan saya tindak tegas, secara militer. Saya juga sudah dapat instruksi dari Danrem, selesaikan dan tetap tindak tegas.  Kemarin sudah dilakukan pemeriksaan. Sudah di-BAP. Tinggal ditindaklanjuti dengan sidang, tak akan lama. Kalau mau rekan rekan wartawan bisa datang meliputnya,” katanya.
Tindakan tegas secara militer bisa berupa kurungan atau penjara atau pemberian hukuman disiplin yang berdampak secara administrasi, baik penundaan pangkat, penundaan hak sekolah selama enam, hingga sepuluh bahkan dua belas periode. Tindakan tegas akan membatasi hak hak seorang prajurit.
Selain memproses Salim secara militer, menurut Dandim, saudara Salim yang turut melakukan penganiayaan akan diproses secara hukum di Polres Banggai. “Saya sudah komunikasi dengan kapolres agar kasus ini bisa ditindaklanjuti,” tandasnya.
Sementara itu, Direktur Luwuk Post, Herdiyanto Jusuf, menyatakan apresiasinya terhadap langkah yang dilakukan Dandim 1308 Luwuk Banggai yang bertindak cepat menyelesaikan masalah itu.
Ia melihat Dandim Letkol Sapto Irianto memiliki political will dalam menyelesaikan kasus pemukulan wartawan. “Isu isu pemukulan wartawan menjadi sangat sensitif karena merupakan perjuangan bersama semua wartawan di Indonesia yang berupaya membebaskan wartawan dari kriminalisasi,“ katanya. Karena itu, Ia mendukung langkah yang dilakukan Dandim 1308 Luwuk Banggai.
Terkait konten berita yang dipermasalahkan. Herdiyanto pun menyatakan siap jika dipersoalkan. Ia berharap keberatan terhadap pemberitaan tersebut mengacu pada undang undang pers. Namun, jika pun dipersoalkan secara pidana, pihaknya siap menerima. “Kami menuntut penyelesaian secara hukum. Kami pun siap dituntut secara hukum. Kalau ternyata wartawan keliru mereportase kami juga siap memberi sanksi,” tegasnya.
Ia menegaskan, kejadian itu juga akan menjadi bahan evaluasi bagi Luwuk Post untuk makin mendisiplinkan pemberitaan dan mengoptimalkan cek and ricek.
Sementara itu, Iskandar Djiada, wartawan Koran Banggai Raya, juga menyatakan apresiasinya terhadap upaya yang dilakukan Dandim 1308 Luwuk Banggai, Letkol Sapto Irianto. Terutama terhadap sidang militer yang akan dilakukan secara terbuka. “ Insan pers bisa salah, iya. Tapi ada prosedur ketika terjadi kejadian seperti ini. Kami berharap proses hukum jangan memicu persoalan lain. Karena langkah hukum adalah upaya mencari keadilan,” ujarnya.
Pertemuan yang berlangsung sejam lebih itu menghasilkan beberapa kesepakatan; pihak media tidak akan lagi membesar besarkan sepanjang proses hukum tetap berjalan.  Sementara untuk proses hukum akan dilaksanakan, melalui jalur militer maupun melalui Polres Banggai. “Untuk proses terhadap anggota saya insya Allah bulan ini selesai,” tegas Dandim. (tim lp)

About uman