Home » Berita Utama » Penyidik Tahan Dua Tersangka Baru
Penyidik Tahan Dua Tersangka Baru
Thoriq Mulahela

Penyidik Tahan Dua Tersangka Baru

LUWUK-Dua tersangka baru kasus normalisasi sungai Lobu akhirnya ditahan penyidik Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Luwuk di Pagimana, Senin (16/5) sekira pukul 14.00 wita.
Mereka adalah Erly Liangan selaku Direktur CV. Sinar Surya Tompotika Raya yang juga sebagai Sekretaris pada CV. Mitra Mulia yang dipinjam Hein Mopantaw alias Ko Hein mengerjakan proyek tersebut secara formil. Kemudian Djibran Hamadi, selaku Direktur CV. Batu Lanya juga merupakan perusahaan yang dipinjam Ko Hein untuk melaksanakan proyek normalisasi sungai Lobu.
“Tadi kita sudah melakukan pemeriksaan. Kedua tersangka didampingi penasehat hukumnya sebelum akhirnya kita tahan,” kata Kacabjari Pagimana, Thoriq Mulahela SH, usai penahanan kedua tersangka.
Dalam pemeriksaan penyidik, Erly Liangan didampingi pengacara Ferdy Supit SH, sementara Djibran Hamadi didampingi pengacara Aris Kahohon. Kedua perusahaan masing-masing mengelola dua paket kegiatan bernilai Rp 200 juta per proyek yang diduga tidak dilaksanakan sesuai ketentuan. Pasalnya, ada beberapa item dalam pekerjaan yang ternyata menyimpang.
Hal itulah yang membuat penyidik yakin bahwa terdapat pelanggaran dalam pelaksanaan proyek senilai Rp 1,2 miliar itu. “Kita sudah tetapkan tiga tersangka dan sudah ditahan. Besok (hari ini,red) kita juga telah memanggil dua tersangka lainnya untuk diperiksa,” terang Thoriq.
Kedua tersangka yang akan dipanggil hari ini berasal dari Dinas Pekerjaan Umum berinisial A dan D. “Belum bisa dipastikan, tergantung pemeriksaan besok. Karena penahanan itu tetap kita lakukan sesuai mekanisme yang ada. Kalau memang harus ditahan, ya kita tahan. Karena semua yang kita lakukan tetap mengacu pada undang-undang yang berlaku,” paparnya menjawab apakah kedua tersangka yang akan diperiksa hari ini akan ditahan dan menyusul ketiga tersangka yang sudah lebih dahulu dibawa ke Lapas Kelas IIB Luwuk.
Thoriq juga menjelaskan bahwa dalam upaya penyelamatan kerugian negara, beberapa tersangka telah mengaku siap mengembalikan kerugian. Namun, ketika ditanya lebih dalam, Thoriq masih enggan buka-bukaan. “Sudah ada yang mau beritikad baik mengembalikan, tapi itu belum pasti karena saya belum terima.  Kalau sudah ada, pasti kita sampaikan berapa total kerugian negara yang dikembalikan. Terkait kegiatan normalisasi saya tidak bilang tidak ada (fiktif) ya, tetapi ada penyimpangan. Dan beberapa item pada pekerjaan itu ada yang fiktif,” tegasnya atas sejumlah pertanyaan wartawan.
Diketahui, proyek normalisasi Sungai Lobu adalah paket pekerjaan senilai Rp1,2 miliar dari Dinas Pekerjaan Umum yang kemudian dibagi dalam enam paket proyek senilai Rp200 juta. Enam paket kegiatan itu dimenangkan tiga perusahaan, dua diantaranya adalah perusahaan yang direkturnya telah ditetapkan sebagai tersangka.
Namun, dalam pelaksanaannya, penyidik melihat ada penyimpangan dalam beberapa item pekerjaan, karena normalisasi Sungai Lobu hanya dikerjakan satu pelaksana proyek yakni Ko Hein.
Perkara ini akan terus bergulir hingga seluruh pihak yang terlibat berdasarkan bukti-bukti yang telah dikantongi penyidik ditetapkan tersangka, kemudian dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk dilanjutkan ke meja hijau Pengadilan Negeri Tipikor Palu.(van)

About uman