Home » Berita Utama » Lansia Tewas di Atas Perut
Lansia Tewas di Atas Perut
DIAMANKAN POLISI: Seorang PSK (pakai helm) sebut saja Bidadari saat diamankan polisi, Jumat (13/5) menuju Polres Banggai untuk dimintai keterangan atas kematian LS, teman ‘mainnya’. [Foto: Asnawi/Luwuk Post]

Lansia Tewas di Atas Perut

Digelandang ke Kantor Polisi, Bidadari Pake Helm I’m Happy

LUWUK-Hasrat memenuhi kebutuhan batin sepertinya menggelapkan mata LS, seorang lansia berumur 55 tahun. Tak peduli siang bolong, Ia “begituan” dengan seorang Pekerja Seks Komersil (PSK) di sebuah rumah kontrakan di Kelurahan Keraton, kompleks Tanjung Sari, Jumat (13/5) sekira pukul 12.30 Wita.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban tewas karena tak sanggup lagi bagoyang, sesaat setelah dilayani wanita penghibur. Selain tak sanggup bagoyang kematian LS juga diduga karena penyakit yang dideritanya, yakni jantung dan asma. Tak hanya itu, korban juga diduga mengkonsumsi obat kuat untuk menambah stamina. Alhasil, korban malah jatuh terkapar saat sementara “begituan”.
Salah seorang saksi mata mengungkapkan sebelum masuk rumah kontrakan, LS terlihat batuk batuk dan mengalami sesak nafas (asma).  “Sekitar jam 10 korban masih ngojek. Tapi, sekitar jam 11, dia terlihat datang di rumah kontrakan itu. Kalau kami lihat masih kuat dan sehat-sehat saja. Hanya saja, dia sering batuk dan sesak nafas,” ungkap Endang, warga setempat yang menjadi tetangganya.
Dari keterangan Endang, saat tengah berada di puncak, korban tiba-tiba jatuh tergeletak begitu saja di atas tubuh Bidadari, wanita yang melayaninya. Bidadari pun panik. Ia kemudian menghubungi pemilik kontrakan. Warga sekitar langsung gempar dan mendatangi lokasi, beberapa diantara mereka lalu menghubungi polisi.
Terpisah, rekan seprofesi LS mengungkapkan sebelum begituan, korban sempat mampir ke sebuah warung membeli obat kuat, sebagai penambah stamina. Obat itulah yang diduga telah memacu kerja jantung korban hingga tak sadarkan diri. “Kayaknya sudah keluar. Sebab, biasanya saat dipuncak jantung pasti berdetak cepat. Nah, kemungkinan saat itu dia kolaps,” tutur pria yang enggan namanya dikorankan itu.
Beberapa saat setelah dihubungi, pihak kepolisian yang tiba di lokasi langsung memasang police line. Polisi melakukan tugasnya dengan mengamankan beberapa barang yang ada di lokasi kejadian, seperti kain sprei, helm dan barang-barang yang bisa dijadikan barang bukti. Tak hanya itu, Bidadari yang mengenakan setelan kaos dilapisi jaket merah, dipadu celana panjang jins dan sandal jepit merah kehitaman, juga dibawa serta ke kantor polisi. Saat keluar rumah, Bidadari menutup wajahnya dengan helm bertuliskan “I’m Happy”, dengan selembar kain melingkar di lehernya untuk menghindari sorotan warga. Ia digiring ke kantor Polres Banggai sebagai saksi, sebab polisi membutuhkan beberapa keterangan untuk memastikan kematian yang menimpa warga dari kompleks Rajawali itu bukan sebuah pembunuhan.
Kejadian serupa sebenarnya pernah terjadi beberapa tahun silam di kawasan Tanjung Sari. Dimana seorang pria asal Taliabu, Maluku Utara juga tewas di atas perut wanita penghibur. Dari hasil pemeriksaan tim medis, korban tewas karena gangguan jantung akibat mengkonsumsi obat kuat sebelum “begituan”.(awi)

About kanaya