Home » Berita Utama » Tiga Komisioner KPU Diperiksa
Tiga Komisioner KPU Diperiksa
IBK Wiyadnyana

Tiga Komisioner KPU Diperiksa

LUWUK-Perkara dugaan korupsi pada pengadaan jasa sewa mobil operasional KPU Banggai pada pelaksanaan Pilkada 2015 belum selesai. Kamis (12/5) kemarin tiga anggota komisioner terlihat kembali menjalani pemeriksaan penyidik Tindak Pidana Korupsi (Pidsus) Kejari Luwuk. Ketiga anggota komisioner yang diperiksa sebagai saksi tersebut adalah Asriyanti, Dry Sucipto dan Teguh Wiyono.
Dalam amatan Luwuk Post, dua saksi terlihat biasa saja dalam pemeriksaan. Namun, satu diantaranya nampak berbeda. Karena dalam pemeriksaan Ia tak sendirian, tapi ditemani seorang penasehat hukum (PH). “Ini sudah panggilan kedua bagi tiga orang saksi itu. Tapi untuk Ibu Asriyanti memang sudah mengajak pengacaranya,” kata Kasi Pidsus Kejari Luwuk, IBK Wiyadnyana, di sela-sela pemeriksaan saksi.
Pemeriksaan saksi tersebut, kata IBK Wiyadnyana, masih seputar dugaan korupsi pada pengadaan jasa sewa mobil operasioan KPU Banggai dengan nilai Rp187 juta. Namun, dalam pengembangan nantinya penyidik akan tetap melakukan penyelidikan terhadap penggunaan total anggaran sebesar Rp26 miliar yang dihibahkan Pemda Banggai. “Untuk sementara kita fokus dulu sama perkara ini, karena ini yang sudah jelas-jelas fiktif. Biar selesai dulu satu baru kita masuk pada penyelidikan item pekerjaan yang lain,” jelasnya.
Diketahui dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pada pelaksanaan jasa sewa mobil operasional KPU, penyidik Pidsus Kejari Luwuk telah menetapkan dua orang tersangka, yakni Supriadi Djafar selaku mantan komisioner  melakukan kerjasama dengan pihak rental, kemudian Saleh Huraera selaku penyedia rental yang ikut memuluskan pencairan dana dengan bukti-bukti sewa fiktif.(van)

About uman