Home » Berita Utama » KMP Jembatan Musi Dilarang Berlayar
KMP Jembatan Musi Dilarang Berlayar
KMP Jembatan Musi I setelah mengalami kebocoran saat menuju Gorontalo, Rabu (11/5) malam.

KMP Jembatan Musi Dilarang Berlayar

PAGIMANA—KMP Jembatan Musi I yang melayani penyeberangan rute Pagimana-Gorontalo dilarang berlayar. Itu setelah terjadi kebocoran pada lambung kapal pada pelayaran Rabu (11/5) malam.
Kepala Unit Pelabuhan Pagimana, Lanto, Kamis (12/5) menjelaskan, selaku penanggung jawab dalam pemberian ijin pelayaran, pihaknya tidak mengizinkan KMP Jembatan Musi I untuk berlayar mengangkut penumpang.
Keputusan itu diambil setelah dilakukan pertemuan  bersama yang melibatkan Syahbandar Unit Pelabuhan Pagimana (UPP), Otoritas Pelabuhan Penyebrangan (OPP) dan Penanggungjawab Kapal Jembatan Musi I. “Kebocoran kapal memang telah diperbaiki. Tapi, semestinya perbaikan kebocoran kapal dilakukan tenaga ahli yang bersertifikat,” katanya.
Sementara itu, Petugas OPP Pagimana, Sonny, menyatakan kapal KMP Jembatan Musi I diinstruksikan melakukan “emergency docking” untuk memerbaiki kebocoran pada lunas kapal. Perbaikan kapal harus dilakukan oleh Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) yang memiliki sertifikat pengelasan. Perbaikan lambung kapal juga harus sepengetahuan BKI. “Kami meminta kapal itu tidak difungsikan untuk aktifitas apapun, sesuai keputusan bersama,” katanya.
Sementara itu, Herman, Masinis III Kapal KMP. Jembatan Musi I, menjelaskan, peristiwa kebocoran kapal terjadi ketika dalam perjalanan pelayaran menuju pelabuhan Gorontalo. Beruntung. Kapal baru berlayar satu jam, sehingga belum jauh meninggalkan daratan. Setelah mengetahui adanya kebocoran, kapal balik menuju pelabuhan Pagimana.
Informasi yang dihimpun, KMP Jembatan Musi I dipabrikasi pada tanggal 24 Maret 1972 dengan kecamatan 6 knot.
Dalam berita acara pemeriksaan kebocoran, disebutkan, peritiwa terjadi pada posisi haluan 020 derajat, dengan kondisi cuaca cerah, angin bertiup dari timur laut, namun kondisi permukaan laut tenang.  Kebocoran terjadi pada pukul 21.15 wita pada posisi 00 derajat -36’-425” lintang timur selatan/122 derajat -43’-687” Bujur Timur atau +-2.5 mil utara Tanjung Batu Hitam dengan kecepatan kapal 9.1 knot. Kebocoran terjadi pada lunas kapal. Tepatnya di ruang mesin pada frem 20 yang bersebelahan dengan gearbox ME2.
Sementara itu, Kamis (12/5), sekira pukul 16.30 KMP Baronang telah tiba di pelabuhan Pagimana setelah sebulan terakhir menjalani perbaikan rutin (docking).
Penanggung Jawab Pelabuhan ASDP Pagimana, Jemmy Sorongan, menyatakan meski KMP Baronang telah tiba di pelabuhan ASDP Pagimana, namun kapal tersebut belum langsung berlayar melayani penumpang, karena masih harus menunggu rute yang ditentukan. KMP Baronang dijadwalkan baru akan berlayar Sabtu, (14/5) mendatang. (anto)

About uman