Home » Berita Utama » Cabjari Bunta Tahan Lima Tersangka
Cabjari Bunta Tahan Lima Tersangka
Lima tersangka dua kasus berbeda mendapatkan penjelasan penyidik, Kamis (12/5) di kantor Cabjari Bunta sesaat sebelum ditahan dan dibawa ke Rutan Kelas IIA Palu.

Cabjari Bunta Tahan Lima Tersangka

LUWUK-Gebrakan Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari Bunta) sebulan terakhir penuh kejutan. Setelah sekian lama nyaris tak terdengar, lembaga pimpinan Dody Silalahi, SH, MH, itu, menahan lima tersangka dua kasus dugaan korupsi, Kamis (12/5).
Lima tersangka ditahan usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka. Kelimanya lantas digiring ke rumah tahanan (Rutan) Kelas IIA Palu. “Setelah memertimbangkan hasil pemeriksaan saksi dalam penyidikan, kelima orang ini kita tetapkan sebagai tersangka untuk dua perkara berbeda. Tiga orang dari perkara Read Ifad program tahun 2011 sedangkan dua lainnya dari perkara APBD kecamatan Bunta tahun 2015,” kata Dody Silalahi, Kamis (12/5).
Kelima tersangka itu ialah Sendy Irmawansyah ST, Selaku Kontraktor Pelaksana, Ir Sumitro Djanun MP, selaku PPK DINAS PERTANIAN (Sekarang Kabid Ekonomi di Bappeda),  Darwis Lambolosi, selaku kepala UPDD Pulo Dalagan. Ketiganya merupakan tersangka perkara Read Ifad. Yakni  program pemerintah pusat yang dikucurkan melalui Dinas Pertanian tahun anggaran 2011,  dengan total anggaran sekira Rp 1,5 miliar.
Dari hasil pemeriksaan penyidik Cabjari Bunta, ditemukan adanya dugaan tindak pidana korupsi pada item pengadaan air bersih senilai Rp700 juta.
Selain tiga tersangka, penyidikan Cabjari Bunta juga menambah dua tersangka baru dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pada penggunaan dana APBD tahun anggaran 2015 di Kecamatan Bunta dengan total anggaran senilai Rp 1,5 miliar.
Mereka yang menyusul ke Palu menemani Camat Bunta Rustandi Sahido adalah Eduard Andris Reppie, mantan bendahara kecamatan Bunta tahun anggaran 2015 (sekarang kepala KUPT Pajak Kecamatan Simpang Raya) dan Hilman Malota sebagai honorer di kantor kecamatan Bunta. “Hilman ini memang honorer, tapi dalam perkara tersebut dia memiliki peran penting dalam memalsukan tanda-tangan bendahara untuk pencairan dana atas perintah camat,” terang Dody mengenai sosok Hilman.
Dalam upaya penahanan ke lima tersangka, Dody mengungkapkan tidak terkendala apapun. “Kelima tersangka ini kooperatif dan tidak melawan. Ketika disampaikan akan ditahan mereka langsung menurutinya,” ungkap Dody.
Ia menjelaskan penahanan atas kelima tersangka dilakukan untuk 20 hari kedepan. Mereka nantinya akan menemani dua tersangka lainnya yang sudah lebih dahulu dibawa ke Rutan Kelas IIA Palu.(van)

About uman