Home » Berita Utama » Suhartono Bilang Penahanan Camat Bunta Cacat Yuridis
Suhartono Bilang Penahanan Camat Bunta Cacat Yuridis
Suhartono Sahido

Suhartono Bilang Penahanan Camat Bunta Cacat Yuridis

LUWUK-Belum juga sampai ke meja pengadilan. Namun, pembelaan terhadap Camat Bunta Rustandi Sahido mulai mengalir.  Terutama dari kerabat tersangka dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) APBD Kecamatan Bunta tahun anggaran 2015, itu. “Penahanan Camat Bunta cacat yuridis,” ujar Suhartono Sahido, kerabat tersangka, Rabu (11/5).
Menurut Suhartono, penahanan Rustandi mengabaikan prosedur, sebagaimana diamanatkan dalam kitab undang-undang hukum acara pidana (KUHAP), pasal 21 ayat 1 tentang perlunya penahanan serta ayat 4 soal sahnya penahanan.
Karena mengabaikan prosedur, Kacabjari Bunta dapat dipraperadilan. Kacabjari Bunta telah melakukan kesalahan fatal dalam proses penahanan seseorang dan menyalahi perintah KUHAP.
Mantan Panwaslu Banggai pada pileg 2014  ini juga menilai Bagian Hukum Pemda Banggai bisa melakukan upaya hukum praperadilan, terhadap Apatur Sipil Negara (ASN) yang diperlakukan sewenang-wenang.
Apalagi kapasitas Rustandi sebagai pejabat publik (Camat Bunta) yang tentu saja memiliki otoritas kewilayahan. Mestinya sambung Suhartono, Kacabjari Bunta tidak perlu khawatir Rustandi melarikan diri atau menghilangkan barang bukti serta mengulangi perbuatan pidana. “Kejaksaan mengklaim telah mengantongi alat bukti yang dianggap cukup untuk melakukan penahanan. Padahal pemeriksaan saja belum dilakukan. Lantas dari mana alat bukti itu didapat,” tanya dia.
Suhartono menilai Kacabjari Bunta telah mendramatisir penahanan Camat Bunta. Pasalnya, kejadian lokus delikti-nya di Luwuk, namun Rustandi dibawa ke Kejati Palu. Malah Kacabjari telah membawa serta pengacara semobil dengan Camat Bunta menuju Palu. “Kami mencurigai ini ada konspirasi tertentu yang dimainkan,” ujarnya.
Sebelumnya, Camat Bunta Rustandi telah ditetapkan sebagai tersangka, bahkan dia langsung ditahan di rumah Tahanan Kelas IIA Palu.
Kepala Cabjari Bunta, Dody Silalahi SH,MH mengungkapkan dalam perkara itu penyidik telah mengantongi tiga alat bukti sebagai dasar penetapan Rustandi sebagai tersangka. Setelah mempertimbangkan sikap tidak kooperatif tersangka yang tidak menghadiri panggilan penyidik untuk pemeriksaan sebagai saksi pekan lalu, langkah penahanan selama 20 hari kedepan diambil untuk kepentingan penyidikan. Penahanan yang dilakukan penyidik sempat berjalan alot. Tersangka menolak ditahan. Tapi setelah melalui proses negosiasi sekira 2 jam, tersangka tak bisa berbuat banyak. Rustandi pun pasrah digelandang ke Rutan Kelas IIA Palu. (yan)

About uman