Home » Berita Utama » Bersyukur Jadi Peserta BPJS Kesehatan
Bersyukur Jadi Peserta BPJS Kesehatan
Petugas BPJS Kesehatan Cabang Luwuk mengunjungi pasien paserta BPJS Kesehatan di ruang HD RSUD Luwuk.

Bersyukur Jadi Peserta BPJS Kesehatan

LUWUK– Warga Kabupaten Banggai merasa bersyukur dengan kehadiran program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Luwuk. Pasalnya, masyarakat yang merupakan peserta BPJS Kesehatan menjalani perawatan medis di Puskesmas maupun rumah sakit, tidak dipungut biaya apapun alias gratis.
Seperti yang dialami seorang pasien BPJS Kesehatan, Siti Nurmasita, 46 tahun, warga jalan Batu Putih, Kelurahan Bungin Timur, Kecamatan Luwuk. Sudah hampir dua tahun, Siti terus melakukan cuci darah akibat komplikasi ginjal yang dialaminya.
Peserta BPJS Kesehatan golongan Pegawai Negeri Sipil (PNS) itu harus rutin cuci darah selama dua kali, dalam sepekan. Dalam menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah  (RSUD) Luwuk, Siti hanya mengandalkan kartu BPJS Kesehatan.
“Saya pakai kartu BPJS Kesehatan. Tidak ada biaya, gratis. Kalau tidak pakai BPJS Kesehatan biayanya bisa jutaan, sekali cuci darah,” kata Siti, belum lama ini.
Dalam ruangan yang sama, Baharudin, 56 tahun, warga Kelurahan Soho, Kecamatan Luwuk, tidak punya persediaan biaya untuk berobat. Apalagi harus rutin mencuci darah sepekan, dua kali. Beruntung, Baharudin sudah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan. Sehingga, terbantu dari segi biaya.
“Dari tahun 2014, saya cuci darah. Seminggu, dua kali, Rabu dan Sabtu. Saya sakit asam urat. Untung pakai kartu BPJS Kesehatan, tidak ada biaya, gratis. Kalau belum di BPJS kesehatan, pasti banyak biaya yang dikeluarkan. Pokoknya sangat terbantu,” ungkap pria yang berprofesi sebagai wiraswasta ini.
Hal senada juga disampaikan, Suhartima, 48 tahun. Pasien asal Kecamatan Toili ini, sudah empat tahun menjalani cuci darah. Namun, baru tiga bulan, Suhartima mendaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan.
“Waktu belum terdaftar sebagai BPJS Kesehatan, biaya bisa Rp 1 jutaan. Tapi sekarang, sudah tidak ada biaya. Pokoknya semua gratis. Saya sangat bersyukur, karena terbantukan,” kata suami Suhartima sembari mengeluarkan Kartu BPJS Kesehatan istrinya.
Kata dia, saat mendaftar ke BPJS center, pelayanan pegawai sangat maksimal. Masyarakat tidak butuh waktu yang lama untuk mendaftar sebagai BPJS Kesehatan. “Alhamdulillah pelayanan memuaskan. Saya daftar tidak tunggu lama, kartunya langsung keluar,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Ruangan HD RSUD Luwuk, menyatakan, pihaknya selalu memberikan pelayanan yang terbaik kepada seluruh pasien. Untuk pasien yang menggunakan kartu BPJS Kesehatan, tidak pernah dipungut biaya.
“Pernah ada pasien yang masuk bertepatan dengan hari libur, sementara BPJS Center tutup. Nah, kami tetap layani sebagai pasien BPJS Kesehatan sembari menunggu keluarga pasien mendaftar ke BPJS Center di rumah sakit. Intinya, kami tetap memberikan pelayanan yang maksimal dan pasien BPJS Kesehatan tidak dipungut biaya sepersen pun,” ungkapnya. (awi)

About uman