Home » Metro Luwuk » Ada Reklamasi di Koyoan
Ada Reklamasi di Koyoan
Aktivitas alat berat dan kendaraan saat melakukan reklamasi pantai di desa Koyoan, kecamatan Nambo, pekan lalu.

Ada Reklamasi di Koyoan

LUWUK-Meski sudah beberapa pelaku diberi ganjaran dalam kasus reklamasi pantai, tapi kegiatan serupa nampaknya tak pernah habis di kabupaten Banggai. Sebab, di desa Koyoan kecamatan Nambo, terlihat lagi, Sabtu (7/5). Kegiatan penimbunan pesisir pantai tersebut dilakukan oleh salah satu perusahaan yang akan menurunkan alat berat guna pengerjaan proyek di Bandara Syukuran Aminudin Amir. Hanya saja, kegiatan ini diduga kuat tanpa dilengkapi ijin resmi dari pemerintah. Ketua Gabunga Aktivis Manthailobo (GAM) Idhin Massa mengungkapkan dari hasil penelusuran penimbunan itu hanya mendapatkan rekomendasi dari Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Luwuk.
“Saat kita konfirmasi ke Jemmy (Kepala KUPP,red) mereka mengakui sudah memberikan rekomendasi untuk sandar kapal pengangkut alat berat dari Ampana. Tapi katanya mereka juga meminta agar perusahaan melengkapi ijin terkait reklamasi ke pemerintah daerah dan itu seperti belum dilakukan,” kata Idhin, Sabtu (7/5).
Dari penjelasan yang diberikan kepala KUPP Luwuk, Idhin berpendapat ada yang tidak beres. Sebab, pemberian ijin semestinya dilakukan KUPP setelah perusahaan telah melengkapi ijin terkait reklamasi. “Katanya memang begitu, perusahaan harus urus ijin reklmasi. Tapi kalau memang dia (Jemmy,red) mengetahui kapal yang akan sandar itu butuh timbunan, maka dia tidak mengeluarkan ijin sebelum perusahaan melengkapi ijin reklamasi. Nyatanya dia keluarkan, nah ini yang jadi pertanyaan.” tegasnya.
Parahnya, aksi penimbunan yang diduga dilakukan oleh PT Candra Adilaksana tersebut mendapat dukungan dari aparat desa dan masyarakat setempat. Mereka terkesan membela aksi reklamasi itu dan meminta agar anggota GAM tidak turut campur. Meski begitu, anggota GAM tetap ngotot ingin melihat ijin yang dimiliki perusahaan. Namun, keinginan itu tidak terwujud karena pihak perusahaan memilih diam. Sikap dingin perusahaan langsung disikapi anggota GAM dengan membuat laporan ke Polres Banggai. Kasat Reskrim Polres Banggai AKP Karel A Paeh membenarkan hal itu ketika dikonfirmasi. “Iya kita dapat informasi langsung turun lapangan. Anggota sudah melakukan pengecekan dan benar ada reklamasi di sana (Koyoan,red),” terang Karel, Minggu (8/5).
Karel juga menjelaskan laporan dan hasil tinjauan lapangan itu masih ditindaklanjuti satuan reserse kriminal dengan pengumpulan data. “Kita masih lakukan full data full baket, karena kegiatan itu tetap disikapi dengan pengecekan langsung ke pemda apakah memang ada ijin reklamasi atau tidak. Jika tidak maka akan kita proses lanjut,” tandasnya.
Dari keterangan sejumlah saksi, aksi reklamasi itu dilakukan perusahaan sejak awal liburan di hari Kamis (5/5). Lokasi yang ditimbun juga milik seorang pengusaha lokal. Hanya saja, pengusaha itu mengaku lahannya hanya disewa PT Candra Adilaksana, perusahaan yang berkantor di Jakarta. Mereka menyewa lahan untuk dilakukan reklamasi, sebagai pendukung kapal menurunkan alat berat yang diangkut dari Ampana, kabupaten Tojo Una-una.(van)

About uman