Home » Torang p Sekolah » Bocah Lalong Rayakan Hari Pendidikan
Bocah Lalong Rayakan Hari Pendidikan
Muhammad Akhir S. Manan bersama teman-temannya yang sedang melatih anak-anak Lalong untuk malam ekspresi tanggal 2 Mei 2016 nanti, Minggu (01/5).

Bocah Lalong Rayakan Hari Pendidikan

LUWUK – Hari ini, merupakan Hari Pendidikan Nasional, Upacara bendera dilakukan untuk memperingatinya. Semua lini masyarakat merayakan Tanggal 2 Mei dengan cara masing-masing, termasuk Komunitas Literasi Jelata Membaca. Hari ini, mereka akan merayakan Hari Pendidikan Nasional bersama anak-anak yang tinggal di Kawasan Ruang Terbuka Hijau, Teluk Lalong.
Pegiat Literasi Jelata Membaca, Muhammad Akhir S. Manan, mengatakan anak-anak ini akan diberikan panggung untuk berekspresi pada malam 2 Mei 2016 di RTH Teluk Lalong. Panggung sederhana akan diberikan untuk mereka, di malam ekspresi nanti, anak-anak yang sering mengamen, anak-anak putus sekolah, dan anak-anak Lalong yang sering membaca di Jelata Membaca, akan mempersembahkan puisi dan nyanyian untuk para pengunjung RTH Teluk Lalong. “Padahal mereka berada di kawasan pusat kota, tapi kok seperti dibiarkan. Makanya malam ekspresi ini kami buat untuk memperlihatkan pada orang banyak, agar jangan lagi melihat mereka dengan sebelah mata,” ujarnya.
Sengaja panggung diberikan untuk mereka, banyak stigma negatif yang melekat pada anak-anak ini, panggung ekspresi yang disediakan diharapkan dapat mengubah pandangan masyarakat Kota Luwuk terhadap anak-anak yang menjadikan RTH Teluk Lalong menjadi taman bermain tersebut. “Tidak semua putus sekolah, sebagian masih sekolah dengan prestasi yang membanggakan,” ujarnya, Kemarin (1/5).
Nanti pada akhir acara, akan ada pemutaran video tentang Ekspedisi Pendidikan Jelata Membaca di  tiga kabupaten, yakni Kabupaten Banggai, Kabupaten Banggai Kepulauan dan Kabupaten Banggai Laut. Dari perjalanan tersebut, mereka melihat wajah pendidikan yang masih sangat memprihatinkan. Banyak anak-anak yang ada kemauan untuk bersekolah, tapi malah fasilitas, sarana, dan prasarana yang tak mendukung. Belum lagi persoalan kekurangan guru yang menambah daftar masalah yang tak pernah usai. Video ini diharapkan bisa mengunggah banyak pihak, bahwa pendidikan di 3 kabupaten masih banyak kekurangan. “Undangannya terbuka untuk siapa saja yang bisa datang melihat anak-anak ini, makin banyak yang datang, makin bagus,” tutupnya. (kha)

About uman