Home » Ekonomi » Kalangan Muda Kian Berkurang, Hanya Tembang Kenangan yang Jadi Buruan
Kalangan Muda Kian Berkurang, Hanya Tembang Kenangan yang Jadi Buruan
Bisnis DVD kini tetap bertahan ditengah gempuran internet. Nampak tempat penjualan DVD milik Soni di Kelurahan Luwuk, Selasa (26/4).

Kalangan Muda Kian Berkurang, Hanya Tembang Kenangan yang Jadi Buruan

Kemajuan teknologi tak bisa dihentikan. Persaingan bisnis pun kian hari kian menantang. Yang tak mampu menyesuaikan akan tergerus, seperti itulah pertarungan bisnis DVD melawan perkembangan internet.

Laporan ; Alisan/Luwuk Post

Selepas azan magrib berkumandang,  lantunan musik pun pecah di kawasan Pasar Sentral. Suara bising kendaraan seperti melengkapi keramaian di lokasi yang berdekatan dengan tugu jam kota itu.
Ya, hanya dengan cara itu, bisa menggugah pembeli untuk  mampir meski sekadar melirik saja. Setiap harinya. Rutin. “Kalau tidak memutar musik tidak diketahui  ada jual DVD di sini,” ujar pedagang DVD, Soni, Sabtu (23/4).
Laju perkembangan teknologi masih tetap membuat mereka bertahan. Kendati harus tergopoh-gopoh memperjuangkan keberlangsungan usaha. “Sekarang memang agak sulit pembeli. Ini yang saya rasakan tidak seperti kemarin-kemarin,” tutur Soni.
Segmen pembeli DVD kalangan muda pun seperti tak ada lagi. Otomatis, kondisi itu pun memengaruhi  omzet penjualan hasil industri musik itu. “Kalau setahun lalu sampai Rp 400 hingga Rp 500 ribu. Sekarang paling banyak sudah Rp 250 ribu per malam. Yang banyak dibeli itu hanya lagu-lagu tembang kenangan,” paparnya.
Soni menyadari, kemajuan teknologi menjadikan lagu-lagu hits mudah didapatkan. Hanya diam di tempat saja, sudah bisa terunduh. Hanya tangan yang bergerak.
Sedangkan DVD masih mengeluarkan biaya dan menguras tenaga untuk berjalan di lapak-lapak pembelian. “Harganya ada yang Rp 7 ribu sampai Rp 25 ribu,” jelasnya.
Soni pun tak mengetahui pasti apakah bisnisnya kini akan bertahan lama atau malah gulung tikar digilas teknologi modern. “Saya juga belum bisa perkirakan itu. Mudah-mudahan tidak terjadi,” katanya.
Di kalangan konsumen, optimistis terhadap bisnis DVD masih ada. Itulah yang diungkapkan Ibrahim Darise yang malam itu tengah membeli DVD. “Ini kan ada segmennya masing-masing. Seperti saya tetap beli untuk pakai di mobil saya,” tutur pria yang juga anggota DPRD Banggai itu.
Menurut Ibrahim, penjualan DVD akan tetap eksis. Apalagi, pertumbuhan mobil juga kian meningkat pesat. “ Kalau pakai flash disk tidak bisa kelihatan gambarnya. Kalau DVD bisa. Itu keunggulannya,” katanya. (*)

About uman