Home » Metro Luwuk » Ini Pengakuan Tersangka Narkoba
Ini Pengakuan Tersangka Narkoba
AN (memakai topi), tersangka penggunaan narkoba saat memberikan keterangan ke penyidik Polres Banggai, Selasa (26/4).

Ini Pengakuan Tersangka Narkoba

LUWUK-Tak hanya masyarakat yang meminta pihak kepolisian melakukan razia di Lapas Kelas IIB Luwuk atas dugaan adanya pasokan narkoba dari balik jeruji besi. Salah satu tahanan kasus narkoba yang kini masih mendekam di sel tahanan Polres Banggai juga sependapat. Pria berinisial AN ini meminta polisi agar melakukan sterilisasi ke dalam lapas. Sebab, dijebloskannya AN ke balik jeruji besi Polres Banggai karena tertangkap memasarkan barang haram yang dipasok salah satu penghuni Lapas.
“Saya ini kasihan sama teman-teman, karena ada pembiaran terhadap penghuni lapas untuk memasok serta menyebarkan barang itu (narkoba,red). Kalau dibiarkan akan ada banyak tahanan baru di lapas nantinya,” kata AN, Selasa (26/4) sekira pukul 09.20 Wita saat ditemui di sel tahanan Polres Banggai.
Ia menegaskan informasi yang sudah diberikan ke penyidik benar adanya. AN juga mengaku sudah membeberkan semua yang diketahuinya. Termasuk siapa saja napi yang menjadi pemasok serta oknum yang terlibat dalam peredaran barang haram itu.
“Saya sudah beberkan siapa-siapa dalang dari semua ini, waktu tanya jawab dengan pihak penyidik. Tapi, kenapa sekarang mereka (Polisi_red) belum melaksanakan tindakan untuk secepatnya mengamankan itu lapas, karna kita semua adalah korban dari penghuni lapas itu, “ ungkapnya.
Menurut AN, belum adanya sikap dari pihak kepolisian untuk melakukan razia ke Lapas merupakan bentuk kelemahan dari sistem di institusi korps baju cokelat tersebut. Sebab, berbagai informasi dan  data awal terkait peredaran narkoba dari lapas telah diberikan sejumlah tersangka. Akan tetapi belum ada gerakan dari polisi.
“Itu data yang telah kita berikan seharusnya dikembangkan, atau mungkin justru pengguna saja yang ditangkap lalu pemasok tidak diproses berdasarkan aturan? Ini yang ditakutkan, jangan sampai data itu masuk angin, sehingga masalah ini tidak selesai,” paparnya.
Sebelumnya, Kalapas JFK Johanes sempat berang dikabarkan lapas menjadi sarang narkoba. Ia menegaskan akan menyambangi Mapolres Banggai untuk berkoordinasi dan melakukan razia, sehingga membuktikan tudingan miring para pengguna narkoba yang tertangkap. Sayangnya, keinginan itu hingga saat ini belum ditunaikan. Informasi lainya menyebutkan pihak kepolisian sejatinya telah menyurat ke Lapas untuk melakukan pemeriksaan. Hanya saja, belum bisa dilakukan karena Kalapas tengah menjalani tugas ke luar daerah.
Menanggapi persoalan itu, AN menyatakan Kalapas seharusnya langsung mengambil sikap. Sebab, siapa saja yang menjadi dalang dari peredaran narkoba di lapas juga diketahui beberapa pegawainya.”Karna saya pernah membeli barang itu (narkoba-red) di depan pintu masuk lapas dan di situ ada pegawai lapas yang menjaganya. Walaupun saya dan teman-teman ini sudah tangkap, kita juga meminta pemasok yang ada di lapas harus dihukum juga. Karena sama-sama bersalah,” tandasnya. (tr-43)

About uman