Home » Kampus » IMM Gelar Diskusi Publik
IMM Gelar Diskusi Publik
IMM Unismuh saat melakukan persiapan Diskusi Publik dengan mengangkat persoalan LGBT di Kabupaten Banggai, Senin (25/4).

IMM Gelar Diskusi Publik

LUWUK-Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Luwuk, Senin (25/4), menggelar diskusi publik mengenai keberadaan Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di Kabupaten Banggai.
Dalam diskusi public tersebut, IMM menghadirkan praktisi hukum dari Unismuh, Abd. Ukas, bidang sosial penyakit masyarakat perwakilan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Banggai, Nur Jalal, dan dua orang pelaku LGBT, Sofhian dan Jingga.
Diskusi publik yang digelar di pelataran Kampus Unismuh itu, menguak beberapa persoalan LGBT. Khususnya dari sisi hukum dan sosial masyarakat.
Menurut pelaku LGBT (Sofhian dan Jingga,red), keberadaan pelaku LGBT di Kabupaten Baggai boleh dikatakan cukup banyak. Bahkan, pelaku-pelaku LGBT itu lebih didominasi oleh pegawai dinas. “Datanya bisa saya tunjukan,” ungkapnya.
Selain itu, meski sebagai pelaku LGBT, mereka mengaku tidak sepakat jika perkawinan sejenis dilegalkan di Indonesia. Hanya saja, keberadaan mereka harus diterima dalam lingkup sosial masyarakat. “Jika disuruh memilih, kami juga tidak ingin seperti ini,” jelasnya.
Sementara itu, parktisi hukum Unismuh dalam diskusi publik, Abd. Ukas, mengungkapkan ketentuan hukum yang melarang keberadaan LGBT dalam ruang lingkup sosial masyarakat Indonesia sampai saat ini belum ada. Namun, persoalan apakah pelaku LGBT dapat melakukan pernikahan sesama jenis, itu sama sekali melanggar hukum. Dalam Undang-undang (UU) perkawinan, sangat jelas dikatakan bahwa pernikahan di Indonesia dilakukan oleh laki-laki dan perempuan.
Dilihat dari sisi sosial masyarakat, bidang sosial penyakit masyarakat, Nur jalal, mengungkapkan kelemahan pemerintah saat ini adalah kurangnya perhatian dengan melakukan pendataan terhadap pelaku LGBT. Sehingga, untuk melakukan pembinaan dan rehabilitasi pelaku LGBT tersebut akan sulit dilakukan. Padahal menurutnya, pelaku LGBT dapat disembuhkan melalui pendekatan sosial. (tr-35)

About uman