Home » Metro Luwuk » Akademisi Minta Pengelola TPI Dievaluasi
Akademisi Minta Pengelola TPI Dievaluasi
Tasrudidin

Akademisi Minta Pengelola TPI Dievaluasi

LUWUK-Akademisi Universitas Muhammdiyah (Unismuh) Luwuk, Tasrudin meminta Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Banggaiuntuk segera mengevaluasi pengelola Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Luwuk yang terdapat di Tanjungsari, Kelurahan Karaton.
Pasalnya, lokasi yang merupakan tempat pendaratan ikan tersebut tidak dirawat. Bau busuk menyengat. Sebab,  bangkai ikan yang hanya dibuang begitu saja di bibir pantai. Belum lagi saluran drainase yang tidak berfungsi. Sisa air hasil cucian ikan hanya dibuang begitu saja di jalan raya. Di bagian bawah lapak pedagang, sisik dan sirip ikan hanya dibiarkan begitu saja, sehningga menimbulkan warna kehitaman.
“TPI Luwuk itu adalah ikon kota Luwuk. Jadi wajib untuk dibersihkan. Tapi kenyataannya, TPI tidak terawat. Sehingga, Kepala DKP harus mengevaluasi kembali kinerja pengelola TPI. Paling tidak ada penyegaran,” katanya, Selasa (26/4). Dekan Fakultas Perikanan itu.
Kata dia, setiap hari, pedagang diminta biaya retribusi Rp 10 ribu per lapak, dengan alasan untuk biaya kebersihan. Tidak mungkin, pedagang diperintahkan untuk membersihkan TPI. Harusnya, pengelola TPI menyediakan satu orang yang khusus untuk membersihkan TPI. “Tidak mungkin, pengelola tidak bisa membiayai petugas kebersihan. Jumlah lapak pedagang ada 20, maka pengelola bisa memperoleh Rp 200 ribu per hari. Belum mobil dan kapal ikan,” tutur Dekan Fakultas Perikanan itu.
Tasrudin menilai, pengelola TPI lemah dalam pengawasan. Harusnya, pengelola bisa menekan untuk biosecuritas lingkungan. Artinya, pengelola harus menjaga lingkungan TPI Luwuk, mulai dari perairan hingga daratan. Agar efek kenyamanan dapat dirasakan oleh pengunjung, baik dari dalam maupun luar daerah.
“Harus bersinergi antara biaya retribusi dengan kondisi TPI. Olehnya itu, Kepala DKP harus tegas mereview kembali pengelola TPI agar ada penyegaran. Minimal, pengelola bisa memahami yang namanya biosecuritas,” tandasnya. (awi)

About uman