Home » Metro Luwuk » Dua Tahun Diamankan, Motor Korban Dipreteli
Dua Tahun Diamankan, Motor Korban Dipreteli
Indriyani Hilamuhu (28), warga Kelurahan Bungin mengalami kesulitan untuk mengambil motornya kembali. Nampak sepeda motor Indriyani yang sedang parkir di kantor Mapolres Banggai.

Dua Tahun Diamankan, Motor Korban Dipreteli

LUWUK-Ibarat pepatah, sudah jatuh tertimpa tangga pula. Mungkin itulah perasaan yang dialami Indriyani Hilamuhu, 28, warga Kelurahan Bungin, kecamatan Luwuk. Setelah ditinggalkan anaknya yang tewas dalam kecelakaan tunggal 2 tahun silam, Indiryani harus bolak balik polres Banggai untuk mengurus proses pengambilan kendaraan roda dua merk yamaha bisson yang diamankan polisi. Dalam kurun waktu dua tahun itu, Indriyani mengaku sudah 28 kali menghadap ke bagian lalu lintas, namun sepeda motornya tak kunjung keluar. Parahnya, kendaraannya kini terlihat dipreteli. Sebab, beberapa bagian dari sepeda motor itu sudah tidak berada ditempatnya.
“Kasian Pak, kami ini orang miskin tidak bagus diputar-putar seperti ini. Saya mengurus motor ini sudah 28 kali, hampir 2 tahun saya urus semua ini. Tapi, hingga saat ini mereka (Polres_red) hanya mengeluarkan surat keterangan kepemilikan barang. Setelah saya meminta itu motor, mereka bilang harus membawa STNK dan BPKB,“ ungkap Indriyani Hilamuhu, Senin (25/4).
Tak hanya itu, wanita yang akrab disapa Indri ini juga menyayangkan sikap kepolisian yang terkesan lamban menyelesaikan persoalan sepeda motor yang jadi barang bukti.  Padahal, surat keterangan pemilik kendaraan bermotor dari polisi sudah dikantonginya, akan tetapi kendaraan tersebut belum bisa dikeluarkan.
“Saya juga bingung, inikan sudah ada surat keterangan kepemilikan barang, tapi mengapa sampai hari ini saya tidak mendapatkan apa yang menjadi haknya saya. Belum lagi mereka mau minta BPKB dan STNK, kalau mengenai itu menjadi urusan diler atau BAF karena saat kecelakaan motor itu masih baru. Lagi pula, ini anak saya tidak menimbulkan korban lain dalam kejadian itu. Cuma saya punya anak saja yang meninggal dunia. Baru kenapa saya ini dipersulit “ keluhnya.
Indri juga menyebutkan kendaraannya saat terjadi kecelakaan memang mengalami kerusakan. Akan tetapi kerusakannya tidak separah saat ini. Hal itulah yang kemudian menjadi dasarnya mempertanyakan kinerja aparat kepolisian terhadap barang bukti kecelakaan.
“ Itu motor ada juga yang rusak tapi, tidak separah ini sekarang. Lihat saja ban belakang, gir belakang, spidometer, radiator semua hilang. Saya juga tidak tau apa mereka (Polisi_red) menjaga ini motor atau cuma dibiarkan begitu saja. Tapi pak Steven (Kanit Laka _red) tadi sudah memberitahukan anggotanya, untuk mencari tahu dulu itu apa-apa saja yang hilang,” terangnya.
Sementara itu, Kanit Laka Ipda Steven ketika dikonfirmasi memilih irit bicara. Ia hanya menerangkan bahwa kendaraan milik Indri tengah diproses untuk dikeluarkan dari deretan kendaraan barang bukti. “Yang jelas ini masih dalam proses,” tutupnya. (tr-43)

About uman