Home » Ekonomi » Pelaku UKM Butuh Bantuan Pemda
Pelaku UKM Butuh  Bantuan Pemda
PT BNI (Persero) Tbk Cabang Luwuk salah satu perbankan di daerah ini yang menurunkan suku bunga kredit hingga 9,95 persen.

Pelaku UKM Butuh Bantuan Pemda

LUWUK – Penurunan suku bunga kredit di bawah 10 persen mendapat tanggapan positif dari sejumlah kalangan. Diyakini, kebijakan itu bisa memicu naiknya pertumbuhan ekonomi.
“Hukum ekonomi berlaku di sini. Ketika harga turun permintaan akan naik. Bunga kredit turun akan menggairahkan pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) untuk memperbesar usaha,” ujar Dekan Fakultas Ekonomi, Universitas Muhamadiyah Luwuk (UML), Jurtan Latuba, Sabtu (24/4).
Hanya saja, menurut Jurtan, birokrasi perbankan harus mudah agar niat pelaku UKM tidak tergerus hanya gara-gara persyaratan pengajuan kredit yang berbelit-belit. “Ini harus sejalan, antara penurunan bunga kredit dan kemudahan pengajuan persyaratan,” tandasnya.
Kalau pun persyararan yang rumit demi mencegah kredit bermasalah, kata Jurtan, pemerintah daerah (pemda) bisa memfasilitasi pelaku UKM agar bisa mendapatkan permodalan dengan cepat dan mudah. “Instansi terkait harus turun tangan, pelaku usaha yang jangan dilepas begitu saja. Apalagi yang baru merintis usaha,” jelasnya.
Jurtan berpendapat, kredit UKM untuk kepentingan produktif akan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi. Sebab, bisa menarik tenaga kerja dan lapangan usaha baru. Sehingga dukungan dari pihak perbankan dan pemerintah sangat diharapkan. “Jelas peredaran uang akan  meningkat,” katanya.
Seperti diketahui, salah satu perbankan yang telah menurunkan suku bunga kredit hingga 9,95 perseni, yakni PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Itu mengacu pada surat edaran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor S-17/D.03/2016 tanggal 26 Februari 2016. (ali)

About uman