Home » Luwuk Utara-Timur » Meredam Padatnya Kedaraan Bermotor
Meredam Padatnya Kedaraan Bermotor

Meredam Padatnya Kedaraan Bermotor

Banyak bangunan tidak berizin di Kabupaten Banggai. Utamanya di kota Luwuk dan sekitarnya. Pernyataan resmi yang dilontarkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Banggai untuk menertibkan bangunan tersebut tak kujung terealisasi. Kini masyarakat menanti sikap tegas dari instansi yang dipimpin Yuten Koleba itu.

Catatan ; Fajri Rahmadhani/Luwuk Post

Beberapa pekan terakhir, Satpol PP tengah gencar-gencarnya menertibkan pedagang kaki lima di kota Luwuk. Pernertiban ini berdasarkan peraturan daerah yang mengatur tentang keindahan kota. Meski demikian, langkah konkrit yang dilakukan Satpol PP, tetap menuai kritik pedas dari masyarakat.
Selain itu, Satpol PP sedang melirik bangunan yang melanggar aturan. Bahkan, tidak memiliki izin. Seperti bangunan toko New Rudy Jaya yang terdapat di Kelurahan Maahas, Kecamatan Luwuk Selatan. Meski demikian, tindakan Satpol PP tetap menuai kritikan pedas. Karena dianggap tebang pilih.
“Kenapa hanya bangunana saya saja yang ditegur, masih banyak bagunan lain yang melanggar,” sesal pemilik toko New Rudi Jaya, Ronny, belum lama ini.
Ya memang benar, bangunan tersebut sudah melanggat ketentuan, karena dianggap posisi bangunan sudah mendekati badan jalan.
Namun, hingga saat ini Pol-PP belum berani mengeksekusi dengan alasan yang belum jelas. Padahal, berdasarkan pengakuan Kabid Tataruang Dinas Petarung, Cristian Lego, ada surat perintah eksekusi yang dilayangkan ke Satpol PP.
Cristian mengaku, posisi bangunan harus 8 meter dari badan jalan. Karena sewaktu-waktu jalan tersebut akan diperlebar untuk meredam padatnya kendaraan. “Di Kendari saja, Kadis Pariwisatanya rela setengah rumahnya dipotong karena sudah dekat dengan jalan,” ungkapnya.
Sebenarnya, pemerintah tidak menutup mata dengan semakin padatnya kendaraan, karena sudah berencana melakukan pelebaran di sejumlah ruas jalan yang setiap harinya padat. Seperti yang diungkap Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (PU) Abdullah, yang menghebuskan isu siap membeli lahan bahkan sebagian rumah warga agar bisa memuluskan rencana pelebaran jalan tersebut. “Itu sudah direncanakan,” terangnya.
Saya hanya bisa berharap, semoga saja rencana pelabaran jalan bisa segera terwujud agar kota Luwuk bebas dari kemacetan, namun saya bertanya lagi, sudah siapkah Pol-PP?. (*)

About uman