Home » Berita Utama » 15 Balon Rektor Bayangi Farid Haluti
15 Balon Rektor Bayangi Farid Haluti
Salah satu bakal calon Rektor Universitas Muhammadiyah Luwuk, Wakil Rektor III, Abdul Ukas saat menyerahkan berkas pencalonan kepada panitia Pilrek, Sahraen Sibay dan Sutrisno K Djawa, Sabtu (23/4).

15 Balon Rektor Bayangi Farid Haluti

LUWUK—Pemilihan rektor (Pilrek) periode 2016-2020 Universitas Muhammadiyah Luwuk (UML) sebentar lagi digelar. Sejak pendaftaran dibuka, sebanyak 13 figur langsung meramaikan bursa bakal calon (balon) rektor kampus hijau tersebut.
Anggota panitia Pilrek, Sahraen Sibay mengatakan, 14 nama merupakan perwakilan dekan seluruh fakultas. “Hanya Dekan Fisip, Zainudin Ahmad yang absen memasukan berkas. Tapi untuk fakultas itu sendiri mengusulkan Wakil Dekan I,” jelas  Sahraen, Sabtu (23/4).
Kendati demikian, panitia lanjut Sahraen memperpanjang waktu pendaftaran hingga 24 April untuk memberikan peluang kepada kader potensial Muhammadiyah.  “Perpanjangan pendaftaran membuahkan hasil, setidaknya ada ketambahan dua balon. Mereka adalah Wakil Dekan (WD) III fakultas hukum Arpan Bulla dan Wakil Rektor (WR) III Abdul Ukas,” katanya.
Sampai dengan pukul 13.30 siang akhir pekan lalu, balon yang telah memasukan berkas pencalonan adalah Rektor Farid Haluti dan Abdul Ukas. Pendaftaran sambungnya ditutup pada pukul 24.00 Sabtu (23/4). Setelah itu, panitia lanjut pada tahapan verifikasi berkas.
Berdasarkan data hasil penjaringan terdapat nama Rektor, WR II Sutrisno K Djawa dan WR III Abdul Ukas dan seluruh perwakilan dekan plus WD dan dosen tetap.
Menurut Sahraen, kehadiran belasan figur menjadi salah satu bukti bahwa Muhammadiyah tidak kekurangan figur pemimpin. Kendati kursi orang nomor satu di UML diminati belasan balon, pihaknya mengedepankan kaidah, etika dan norma Muhammadiyah. Dengan begitu Ia optimistis Pilrek tahun ini berlangsung adem ayem tanpa menimbulkan perpecahan di internal kampus.
“Kami juga menolak adanya intervensi politik dari pihak eksternal Muhammadiyah. Insya Allah Pilrek kali ini tidak sampai terjadi konflik atau penyegelan. Kalau hanya sebatas riak, itu bagian dari dinamika. Tinggal bagaimana kita menyikapinya, yang pasti siapapun dia dengan catatan bersyarat menjabat Rektor, silahkan bertarung secara gentleman. Dalam melaksanakan ini panitia mengacu pada statuta Muhammadiyah tahun 2012-2017 serta pedoman pimpinan pusat Muhammadiyah Nomor 02/PED/).1/B/2012. Itinya kami tetap menjaga norma dan etika Muhammadiyah,” katanya.
Informasi yang dihimpun koran ini, balon yang berhasil di jaring bukan semata-mata atas dorongan dan usulan fakultas. Sebagian diantaranya secara tegas telah menyatakan kesiapan bertarung di internal fakultas masing-masing. Kabar lain menyebutkan, cara tersebut juga dilakukan WR II dan WR II serta sejumlah jajaran birokrasi universitas. Sayangnya, saat dikonfirmasi Sutrisno K Djawa dan Abdul Ukas belum ingin menanggapi persoalan tersebut. Mereka beralasan masih menunggu lolos verifikasi yang hasilnya akan menetapkan nama bakal calon menjadi calon Rektor yang berkompetisi.
Dengan demikian, diyakini Rektor saat ini, Farid Haluti bakal bersaing ketat dengan para kompetitor. Sebab, kader potensial yang lolos verifikasi akan merebut tongkat kepemimpinan Rektor dengan cara diantaranya, memaparkan visi misi untuk kepentingan kampus kedepan. Tidak menutup kemungkinan gebrakan para calon Rektor membuat senat kelimpungan menentukan pilihan.
Diketahui, tahapan pelaksanaan Pilrek tahun ini meliputi, proses penjaringan tanggal 6 sampai 20 April ditambah perpanjangan 20 hingga 23 April. Lanjut seleksi berkas tanggal 21 sampai 25 April, pengusulan DPW (pertimbangan balon dan fit and proper test-red) 26 sampai 10 Mei.
Setelah itu masuk pada proses pemilihan 11 sampai 26 Mei yang meliputi tahap perkenalan dan pemaparan visi misi strategis calon, serta rapat senat tertutup pemilihan. Untuk tahap akhir tanggal 27 Mei sampai 9 Juni adalah usulan penetapan Rektor oleh PP Muhammadiyah dan pelantikan Rektor tanggal 10 Juni sampai 10 Juli.(man)

About uman