Home » Banggai Laut » Tuty Hamid Dorong Perda Adat
Tuty Hamid Dorong Perda Adat
Upacara puncak perayaan Hut Balut ke-III yang diselenggarakan 22 April nanti bakal berbeda dari perayaan sebelumnya. Kali ini, naskah sejarah kabupaten belum dibacakan mengingat sejumlah hal yang masih memerlukan pengkajian. Nampak suasana rapat persiapan HUT Balut ke-III tahun 2016 di ruang rapat kantor Bupati Balut.

Tuty Hamid Dorong Perda Adat

BANGGAI – Wakil Bupati Balut, Dra. Hj. Tuty Hamid menginginkan adanya suatu kajian komprehensif terkait keberadaan adat dan budaya Banggai. Hal ini cukup tegas disampaikannya dalam beberapa forum akhir-ahir ini sebagai bentuk kepeduliannya Terhadap perkembangan dan eksistensi masyarakat adat setempat.
Ketika rapat pembentukan panitia HUT Balut belum lama ini, Jeng Tuty demikian sapaan akrabnya, pernah melontarkan pernyataan yang mengeritisi perayaan acara peringatan Hut Balut di tahun sebelumnya.
Sekedar diketahui, tahun 2015 kemarin tepatnya tanggal 22 April semasa Hidayat Lamakarate masih mengendalikan pemerintahan sebagai Pejabat Bupati, perayaan Hut Balut yang dipusatkan di lapangan Beringin Taman Kota Banggai memang cukup menonjolkan muatan kearifan lokal sebagai unsur-unsur yang ditampilkan.
Di awal seremoni perayaan, Sekretaris Tomundo (Sektom) Banggai, Syarif Uda’a didaulat untuk membacakan sejarah singkat Batomundoan Banggai hingga terbentuknya kabupaten Banggai Laut. Hal ini kemudian menjadi sorotan sejumlah pemerhati yang kemudian diungkap Wabup Tuty dalam rapat tersebut. Dikhabarkan bahwa sebagian kalangan menilai naskah yang dibacakan Sektom berat sebelah dan berpotensi mengaburkan peran perjuangan kaum tua yang sejatinya adalah peletak konsep pemekaran Banggai. “Ini pengaburan sejarah. Faktanya saja Banggai Laut terbentuk sekarang, tapi sebenarnya perjuangan putera-putera terbaik daerah ini telah dimulai jauh sekali sejak tahun 1964,” tukas jeng Tuty. Selain itu, dia juga meminta agar diadakan seminar yang menghadirkan para pakar dan tokoh-tokoh sejarah untuk merumuskan berbagai hal tentang adat dan sejarah Banggai. “Hasil seminar ini yang nantinya didorong untuk jadi Perda khusus sehingga sejarah kita tidak gampang diutak-atik. Yang bacakan juga sebaiknya ketua DPRD, bukan Sektom,” tegasnya. Dari informasi yang berkembang, sesi pembacaan sejarah singkat kabupaten Banggai
Laut nampaknya belum bisa dibacakan pada perayaan HUT Balut kali ini. (Sbt)

About uman