Home » Metro Luwuk » Tunggu Hasil Penyelidikan
Tunggu Hasil Penyelidikan
88 jeriken BBM jenis premium dan solar diamankan di Mapolres Banggai, Selasa (19/4). BBM ini ditangkap polisi pada Senin malam (18/4) di pelabuhan rakyat Luwuk.

Tunggu Hasil Penyelidikan

LUWUK– Kepolisian Resor (Polres) Banggai masih mendalami penyelidikan terkait penangkapan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi pada Senin malam (18/4) sekira pukul 19.30 Wita di pelabuhan rakyat Luwuk. Pasalnya, berdasarkan pemberitaan sebelumnya, diduga BBM ilegal tersebut akan didistribusikan ke wilayah Kabupaten Banggai Kepulauan.
“Kami sudah mengumpulkan data sementara, bahwa jenis kapal pengangkut BBM tersebut adalah Kapal Kayu namanya KM Nisa 01 bermuatan 88 jeriken terdiri dari 7 jerigen solar untuk operasional kapal sedangkan 81 jeriken bensin untuk kebutuhan masyarakat setempat, seperti nelayan maupun untuk kebutuhan penerangan seperti genset dan mesin lainnya.” ungkap Humas Polres Banggai, Iptu Winarto Apit, Selasa (19/4).
Kata dia, adanya pembelian BBM di Kabupaten Banggai disebabkan karena belum tersedianya sarana dan prasarana sebagai pusat dari pasokan BBM  di Kabupaten Banggai Kepulauan. Khusnya yang terdapat di wilayah kecamatan.
“Memang sejauh ini masyarakat pulau peling yang ada di dua kecamatan tepatnya di Tataba, dan Buko selatan masih menggantungkan diri untuk membeli BBM di Luwuk. Hal ini disebabkan karena jalur tempuh untuk ke pusat kabupaten sangat jauh di bandingan harus ke Luwuk” terangnya.
Selain itu, kata Wiratno, adapun yang menjadi minyak bersubsidi berdasarkan ketentuan yang berlaku adalah jenis solar. Sehingga dalam penyelidikan kasus ini akan dipelajari terkait hal-hal yang menyangkut unsur  tindak pidana.
“Ya kalau dalam penyelidikan tidak ada tindak pidananya ya, kita berikan pada pemiliknya. Pokonya tunggu saja hasil penyelidikan” ujarnya
Terpisah, Nahkoda KM Nisa 01 mengatakan, sejauh ini pihaknya berharap agar kasus tersebut dapat di selesaikan dengan cepat dan benar. Sehingga kebutuhan masyarakat dapat secepatnya terlayani.
“Iya pak, gara-gara masalah ini, kasian masyarakat di kampung mereka sudah menunggu lama barang yang telah di pesan untuk kebutuhan sehari-hari. Nah, kalau kasus ini menyita waktu yang lama, besar kemungkinan saya akan kehilangan mata pencaharian. Sebab warga tidak akan mempercayai kami dalam hal transaksi pengiriman barang-barang ke Luwuk” ungkapnya. (tr-43)

About uman