Home » Ekonomi » Alat Tangkap Diprioritaskan, Pemasaran Diabaikan
Alat Tangkap Diprioritaskan, Pemasaran Diabaikan
Pemda diminta untuk mencari cara agar hasi para nelayan merugi ketika hasil tangkapan melimpah. Nampak para pedagang ikan di Pasar Simpong.

Alat Tangkap Diprioritaskan, Pemasaran Diabaikan

LUWUK – Tata kelola hasil laut hingga kini masih semrawut. Giliran nelayan meraup hasil, pemasarannya tidak jelas sehingga terjadi kerugian di sektor kelautan.
“Banyak yang ditimbun ikan-ikan karena sudah tidak laku. Begitu kalau hasil laut sudah melimpah,” ujar Akademisi Universitas Muhamadiyah Luwuk (UML), Sutrisno K Djawa, Sabtu (16/4).
Menurut Sutrisno, selama ini yang disalurkan pemerintah daerah (pemda) Banggai hanya alat tangkap. Namun, untuk pemasaran justru diabaikan. “Kenapa tidak buat tempat penampungan ikan yang didalamnya ada esnya. Itu kendati lama tidak akan segar,” katanya.
Lanjut dia, pemda Banggai bisa melatih para nelayan untuk membuat abon dari ikan. Sehingga ketika tidak habis terjual, nelayan tetap mendapatkan penghasilan. “Kan kalau dibuat abon bisa dibeli,”
tandasnya. (ali)

About uman