Home » Metro Luwuk » KTNA Perlu Rombak Struktur
KTNA Perlu Rombak Struktur
Irwanto Kulap

KTNA Perlu Rombak Struktur

LUWUK— Pengurus Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Banggai perlu melakukan perubahan struktur kepengurusan. Pasalnya, sejauh ini, pengurus KTNA banyak yang tidak aktif, bahkan peran KTNA dalam masyarakat dinilai semakin rendah.
Salah seorang pengurus KTNA Kabupaten Banggai Irwanto Kulab, menilai, peran KTNA Kabupaten Banggai dalam merespon berbagai masalah seputar petani dan nelayan sansgat rendah. Sehingga, salah satu hal yang harus dilakukan adalah dengan melakukan perubahan struktur kepengurusan, seingga keberadaan lembaga tersebut benar benar dapat dirasakan oleh petani dan nelayan.
“KTNA Kabupaten Banggai sudah saatnya dilakukan perubahan pengurus, karena sudah banyak yang tidak aktif,” tutur Irwanto, Jumat (15/4) kemarin.
Berbagai masalah yang terjadi dilingkungan para petani dan nelayan menurut dia, harusnya menjadi perhatian KTNA. Misalnya soal distribusi pupuk, yang belum lama ini menjadi masalah dan diadukan masyarakat ke DPRD. Menurut Irwanto, tak ada salahnya jika masalah distribusi pupuk tersebut didampingi oleh LSM, sebagaimana yang diadukan kepada DPRD Banggai belum lama ini. Hanya saja, alangkah mirisnya jika masalah seperti itu, justru KTNA sebagai wadah perhimpunan para petani, justru tidak berada di tengah tengah persoalan tersebut untuk mencarikan jalan keluarnya.
Begitu juga dengan problematikan nelayan saat ini yang diperhadapkan dengan berbagai tehnologi peralatan tangkap, membuat sejumlah nelayan mengalami kesulitan, jika tidak mendapatkan pendampingan dari KTNA dalam hal perkembangan nelayan di daerah ini, khususnya nelayan kecil. Ia menyarankan, pengurus KTNA harus memiliki keberpihakan dan perhatian secara serius terhadap kehidupan petani dan nelayan.
Menurut Irwanto, karena keberadaan KTNA yang berada di bawah naungan BP4K Kabupaten Banggai, maka Kepala Badang BP4K harus memperhatikan masalah tersebut. Peran KTNA Kabupaten Banggai menurut dia sangat lemah, sehingga perlu dievaluasi oleh Kepala Badan BP4K Kabupaten Banggai.
Irwanto mengatakan, perubahan struktur sangat penting, agar KTNA Kabupaten Banggai tidak hanya ada disaan menjelang Pertemuan Daerah (Peda) KTNA atau Pertemuan Nasional (Penas) KTNA, yang agenda tersebut sudah akan dilaksanakan sekira tahun 2017 mendatang. “Jangan nanti ada Peda atau Penas, baru KTNA muncul, harusnya tidak begitu,” kata Irwanto yang juga anggota DPRD asal Nuhon itu.(far)

About uman