Home » Ekonomi » Jasa Artesis Ancam Lingkungan
Jasa Artesis Ancam Lingkungan
Para penyedia jasa tengah mengerjakan pemasangan artesis di Kecamatan Pagimana. Bisnis ini ternyata membahayakan lingkungan salah satunya permukaan tanah menurun.

Jasa Artesis Ancam Lingkungan

LUWUK – Jasa sumur bor (artesis, Red) ternyata cukup berdampak buruk terhadap lingkungan. Sehingga harus dikontrol pemerintah daerah (pemda) Banggai. Apalagi, jika dimaksimalkan bisa meraup pendapatan asli daerah.
Ketua Wahana Hijau Indonesia Cabang Kabupaten Banggai, Sulfikar Suling memaparkan, jasa sumur bor jika terus berlangsung mengakibatkan banjir, longsor, dan penurunan permukaan tanah. Bahkan, di daerah lain bisnis tersebut sangat ketat diawasi oleh pemerintah. “Ini harus secepatnya diawasi pemda. Kalau tidak ada Amdalnya minimal UPK/UPLnya,” ujar Sulfikar, Kamis (14/4).
Lanjut dia, pelaku usaha sumur bor wajib mengantongi surat izin pengambilan air (SIPA) bawah tanah yang diatur dalam peraturan pemerintah (PP) nomor 43 tahun 2008 tentang izin pengusahaan air tanah. “Masyarakat memang berhak, tapi harus sesuai prosedur,” katanya.
Menurut Sulfikar, maraknya penggunaan sumur bor akibat dari lambannya pemda Banggai menuntaskan persoalan krisis air. “BPLH dan Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) harus bergerak,” tandasnya.
Secara terpisah, penyedia jasa sumur bor, Maspri memaparkan, saat terjadi krisis air beberapa pekan lalu, sekira 5 hingga 10 orang yang menggunakan jasanya. “Bayarannya Rp3,5 juta per sumur. Kalau lebih dalam lebih mahal lagi,” urai Maspri saat dihubungi beberapa waktu lalu. (ali)

About uman