Home » Kampus » Tujuh Lembaga Kemahasiswaan Melawan
Tujuh Lembaga Kemahasiswaan Melawan
Amran Sania

Tujuh Lembaga Kemahasiswaan Melawan

LUWUK-Meski Badan Legislatif Mahasiswa (BLM) dan Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) telah terbentuk pasca putusan Musyawarah Luar Biasa (Muslab) yang dipimpin langsung oleh Wakil Rektor (WR) III, Abd. Ukas, hal tersebut tak serta merta membuat tujuh lembaga kemahasiswaan dalam ruang lingkup Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Luwuk, menerima keputusan tersebut.
Mengapa tidak, merasa tidak pernah dilibatkan dalam pembentukan BLM dan KPUM yang dilakukan melalui muslab tersebut, tujuh lembaga kemahasiswaan, yakni Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), BEM Teknik, BEM Ekonomi, BEM Perikanan, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Olahraga, UKM Seni, dan UKM Pecinta Alam (Mapala), mencoba melakukan perlawanan dengan melanjutkan kongres BLM.
“Kongres yang kami agendakan ini tidak dapat dikatakan kongres tandingan. Kami hanya melanjutkan kongres yang sempat terhenti akibat deadlock beberapa kali. Pegangan kami pun masih cukup kuat untuk melanjutkan kongres, yakni SK sebagai panitia kongres,” ungkap salah satu mahasiswa yang terlibat dalam agenda kongres lanjutan, Amran Sania, Sabtu (9/4).
Terkait persoalan tersebut, jika kongres lanjutan oleh tujuh lembaga kemahasiswaan tersebut terealisasi, maka dalam Pemilihan Presiden Mahasiswa (Pilpresma) kedepan akan terdapat dua BLM dan KPUM. Otomatis, ke dua BLM dan KPUM yang terbentuk pasca muslab dan kongres lanjutan oleh tujuh lembaga kemahasiswaan juga akan melahirkan dua Presiden Mahasiswa (Presma). ”Pastinya kongres lanjutan ini sesuai dengan mekanisme yang ada,” pungkasnya. (tr-35)

About uman