Home » Torang p Sekolah » SMP Mutiara Bertahan dengan Fasilitas Seadanya
SMP Mutiara Bertahan dengan Fasilitas Seadanya
Foto bersama Mahasiswa KAMIMO Banggai, Jelata Membaca, peserta didik dan Dewan guru SMP Mutiara Kabupaten Banggai di depan ruang belajar kelas tiga yang nyaris roboh.

SMP Mutiara Bertahan dengan Fasilitas Seadanya

LUWUK – Ketua Umum Kerukunan Mahasiswa Indonesia Montolutusan Banggai (KAMIMO Banggai), Muhammad Akhir S. Manan, mengapresiasi keberadaan SMP Mutiara yang terletak di Desa Dangkalan Kabupaten Banggai Laut sebagai sekolah yang membantu program wajib balajar 9 tahun. Sekolah yang tidak diakui sebagai sekolah negeri oleh pemerintah kabupaten Banggai Laut ini berdiri sejak tahun 2009.
Akhir S. Manan mengatakan, dia bersama Kamimo Banggai dan Komunitas Literasi Jelata Membaca terlibat dalam kegiatan sosial yang dilakukan di SMP Mutiara Banggai Laut. Keadaan sekolah yang memprihatinkan, diperburuk dengan sikap pemerintah Kabupaten Banggai Laut yang tidak memberikan bantuan dana kepada sekolah. ”Mirisnya, pemerintah  Kabupaten Banggai Laut tidak pernah mengakui bahwa ada sekolah yang berstatus negeri pada tingkatan SMP di Desa Dangkalan,” jelasnya, Minggu (10/5).
Padahal sekolah yang memiliki 63 siswa ini mempunyai Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) bernomor 40206493, Nomor Statistik Sekolah (NSS) bernomor  201180104004, dan kode validasi CA7A751, lanjut dia lagi. Namun, Keadaan sekolah masih sangat memprihatinkan dengan kondisi bangunan yang nyaris roboh. Untuk itu, pihak sekolah telah membangun bangunan baru yang terbuat dari tripleks untuk menampung peserta didik yang bertambah.
Menurutnya, SMP Mutiara berbeda dengan sekolah lain yang membatasi ruang pembelajaran siswa dengan berpatokan pada biaya sekolah. Rp. 3 juta per bulan adalah nominal yang harus dikeluarkan oleh SMP Mutiara untuk membiayai transportasi siswa yang tinggal jauh dari sekolah. Dana tersebut berasal dari Dana BOS yang didapatkan oleh SMP Mutiara per 3 bulan. “ SMP Mutiara adalah Sekolah Menengah Pertama yang luar biasa, bagaimana tidak, pasalnya bukan hanya mencerdaskan kehidupan bangsa, tapi mereka juga membantu program wajib belajar 9 tahun,” tegasnya.(tr-36)

About uman