Home » Banggai Laut » Dana BUMDes Diduga Bermasalah
Dana BUMDes Diduga Bermasalah
HARIP

Dana BUMDes Diduga Bermasalah

BANGGAI – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Paisumosoni, Kecamatan Banggai Utara, diduga bermasalah. Sejumlah kebijakan menyangkut pemberian pinjaman atau bantuan modal usaha dianggap tidak adil.
Informasi yang berhasil dihimpun koran ini menyebutkan, pengurus BUMDes hanya mengutamakan segelintir orang.     Bahkan, beberapa peminjam diketahui adalah pengurus dan perangkat desa. Kemudian, sesuai hasil rapat pembentukan BUMDes beberapa waktu lalu, pemerintah desa setempat memproyeksikan unit usaha simpan pinjam sebagai bidang yang digarap.
Dalam perjalanannya diketahui, anggaran tersebut telah dicairkan kepada 32 warga. Yang menjadi persoalan, proses pencairan dana itu seharusnya disertai dengan pendataan jaminan sesuai besaran pinjaman. Tetapi hanya diberlakukan bagi sebagian peminjam saja.
“Yang saya tau hanya 16 orang. Sisanya entah kenapa tetap diberikan padahal tidak mencantumkan jaminan,” ujar Harip, warga setempat.
Harip mengaku, sangat kecewa dengan proses pengelolaan Bumdes. “Saya sudah coba mengurus, tapi mereka hanya putar-putar. Saya ke Kades bilang menghadap saja sama ketua (Pimpinan BUMDes). Eh, waktu saya ke Ketua, dia bilang balik lagi ke Kades. Ini bikin saya bingung,” keluh Harip.
Menurut dia, persoalan tersebut jangan sampai seperti program Gapoktan. Sebab, terjadi permasalahan karena sempat ditarik oleh Kades. Jumlahnya mencapai Rp 50 juta. “Uang itu lantas dibagi-bagi oleh Kades pada sejumlah aparatnya. Bahkan saya dengar, ada juga oknum anggota Dewan yang pinjam,” urainya.
Namun, hingga saat ini kasus Gapoktan tersebut tidak jelas penyelesaiannya. “Saya minta jajaran BPMP-PD untuk turun dan meneliti kasus ini,” tandasnya.
Kepala Desa Paisumosoni, Marconi Sihaka ketika dikonfirmasi terkesan menutupi persoalan tersebut. “Tidak usah dimuat ya. Ini persoalan internal, nanti kami urus,” ujar Marconi, Sabtu (9/4). (sbt)

About uman