Home » Berita Utama » Disnakertrans tak Becus Urus Naker
Disnakertrans tak Becus Urus Naker
Disnakertrans dinilai tak becus menyelesaikan persoalan naker. Bahkan, pintu ruangan Kepala Disnakertrans, Usmar Mangantjo pernah disegel oleh naker yang berdemo pada Selasa (26/1).

Disnakertrans tak Becus Urus Naker

LUWUK– Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Banggai dinilai tidak becus menyelesaikan persoalan ketenagakerjaan.  Sebab, setiap permasalahan yang diadukan tanpa penyelesaian yang konkret.
Selain itu, satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang dipimpin Usmar Mangantjo itu, dinilai sudah melakukan praktek pembodohan, pembohongan serta diskriminasi terhadap tenaga kerja (naker).
“Kami bingung dengan Disnakertrans. Kok penyelesaian masalah naker justru membuat masyarakat tambah bingung,” ujar Kepala Desa Dimpalon, Kecamatan Kintom, Nurhayana Hasan, Senin (4/4).
Nurhayana menyatakan, wajar saja jika masyarakat lebih memilih untuk menyelesaikan masalah dengan berdemo ketimbang berunding. Sebab, upaya mediasi yang dilakukan Disnakertrans tidak memberikan kepuasan terhadap pengadu. “Nanti kalau masyarakat sudah turun demo di jalan, baru salah lagi warga. Padahal  kalau mau dipikir, siapa yang salah,” tuturnya.
Kades dari kaum hawa itu menyarankan, Disnakertrans harus bekerja profesional agar tidak menimbulkan kegaduhan di kalangan masyarakat.
Sebelumnya, Kepala Disnakertrnas, Usmar Mangantjo menuding Sekretarisnya, Hasran Husin  melampaui kewenangannya. Akibatnya, penyelesaian masalah kontrak kerja naker PT Rekayasa Industri (Rekind) sempat mengambang.
Kondisi itu langsung mendapat tanggapan dari kalangan legislator. Salah satunya anggota Komisi I DPRD Banggai, Suharto Yinata dan Bachtiar Pasman.
Menurut Bachtiar, seharusnya Usmar lebih lihai memimpin SKPD yang dipimpinanya. Itu dilakukan agar Hasran tidak merampas kewenangannya dalam hal administrasi. “Karena dia (Usmar, Red)   sebagai kepala SKPD di situ,” tandas politikus PKB itu.
Sementara itu, Suharto menyatakan, jika tidak lagi adanya komunikasi antara Usmar dan Hasran lebih baik salah satunya didepak dari SKPD tersebut. Sebab, akan berdampak pada penyelesaian persoalan ketenegakerjaan. “Harus diputuskan (dipindahkan, Red) saja salah satunya. Tapi ini sulit juga karena masih masa transisi,” ujar Suharto. (awi/ali)

About uman